Berita

Ilustrasi (Foto: Tangkapan layar RMOL siaran YouTube CGTN)

Dunia

Startup Roket China LandSpace Siap Menantang SpaceX

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 13:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri peluncuran roket global semakin panas dengan lahirnya LandSpace, startup roket asal China

Dalam pernyataannya, perusahaan berbasis di Beijing ini secara terbuka mengakui terinspirasi oleh perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX. Mereka bahkan disebut-sebut ingin menjadi “SpaceX versi China”, dengan fokus utama pada pengembangan roket yang bisa digunakan kembali.

Awal Desember lalu, LandSpace mencatat sejarah sebagai perusahaan China pertama yang menguji roket reusable (dapat digunakan ulang), meski uji coba roket Zhuque-3 tersebut berakhir gagal. Namun kegagalan ini justru dinilai sebagai langkah penting yang memberi dorongan baru bagi industri antariksa China, yang selama ini didominasi perusahaan milik negara dan cenderung menghindari risiko.


“SpaceX berani mendorong produknya sampai ke batas, bahkan sampai gagal, untuk cepat belajar dan memperbaiki desain,” kata Dai Zheng, kepala perancang Zhuque-3 kepada CCTV, dikutip dari Reuters, Selasa 30 Desember 2025.

Dai mengungkapkan, ketertarikannya pada konsep roket reusable ala SpaceX menjadi alasan ia meninggalkan lembaga roket milik negara pada 2016 untuk bergabung dengan LandSpace. Ambisinya sederhana, yaitu ingin menghadirkan alternatif peluncuran roket murah bagi China, mirip Falcon 9 milik SpaceX.

Langkah ini sangat penting bagi rencana Beijing membangun hingga 10.000 satelit dalam beberapa dekade mendatang. Roket reusable dianggap kunci untuk menekan biaya peluncuran secara signifikan.

Wakil kepala perancang Zhuque-3, Dong Kai, menegaskan bahwa pendekatan LandSpace bukan sekadar meniru. “Falcon 9 adalah desain yang sudah terbukti secara teknik. Mempelajarinya adalah bentuk pembelajaran, bukan peniruan,” ujarnya.

Budaya startup LandSpace yang lebih terbuka terhadap kegagalan mulai mengubah pola pikir industri antariksa China. Jika dulu kegagalan peluncuran hampir selalu ditutup-tutupi, kini media pemerintah bahkan melaporkan beberapa uji coba roket reusable yang gagal, termasuk dari perusahaan milik negara.

Musk sendiri sempat menyoroti desain Zhuque-3. Ia menilai roket itu menggabungkan elemen Starship (seperti baja tahan karat dan bahan bakar metana-cair) dengan arsitektur Falcon 9.
Namun Musk tetap menegaskan, “Starship berada di level yang berbeda.”

Meski uji coba terakhir Zhuque-3 gagal mendarat dan jatuh sebelum menyentuh tanah, LandSpace tetap optimistis. Mereka belajar dari pengalaman SpaceX, yang juga membutuhkan dua kegagalan sebelum berhasil mendaratkan Falcon 9 pada 2015.

Dengan rencana melantai di bursa (IPO) dan dukungan pemerintah China yang kini lebih terbuka pada pembiayaan pasar modal, LandSpace berharap bisa mempercepat pengembangan roketnya, dan perlahan mengejar dominasi SpaceX di industri antariksa global.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya