Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

Politik

Pemerintah Harus Tuntaskan Persoalan Rakyat Demi Jaga Wibawa

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 09:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno memberikan catatan akhir tahun terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam evaluasinya, Adi menekankan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun konkret, yakni masa pembuktian ketika berbagai persoalan mendasar rakyat benar-benar dituntaskan oleh pemerintah.

“2026 adalah tahun konkret, tahun di mana persoalan rakyat harus selesai. Lapangan pekerjaan harus semakin banyak, kemiskinan dan pengangguran ditekan sampai ke titik terendah,” kata Adi kepada RMOL, Selasa, 30 Desember 2025.


Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, fokus pada penyelesaian masalah rakyat menjadi kunci utama untuk membangun kewibawaan pemerintahan Presiden Prabowo. 

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai, legitimasi kekuasaan tidak cukup hanya bertumpu pada stabilitas politik elite, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Hanya dengan cara inilah pemerintah bisa membangun kewibawaan,” ujarnya.

Adi juga menyoroti kondisi internal kabinet yang dinilainya relatif solid hingga akhir tahun 2025. Meski sempat muncul riak-riak internal, termasuk isu taubat nasuha yang sempat mencuat, hal tersebut tidak sampai mengganggu soliditas pemerintahan.

“Sejauh ini kabinet solid. Riak-riak internal memang sempat ada, tetapi tidak signifikan,” kata Adi.

Lebih jauh, Adi menilai konfigurasi politik nasional saat ini menunjukkan kuatnya posisi pemerintahan Presiden Prabowo. 

“Hari ini praktis tidak ada yang berani jadi oposisi,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya