Berita

Ilustrarsi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

STOXX 600 Tembus Rekor, Sektor Pertahanan Tertekan Isu Damai

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa ekuitas Eropa kembali menorehkan sejarah. Memulai perdagangan pascalibur pada Senin 29 Desember 2025 waktu setempat indeks pan-Eropa STOXX 600 berhasil menyentuh rekor penutupan tertinggi di level 589,25. 

Meski kenaikannya tipis, pencapaian ini menandai optimisme pasar yang tetap terjaga di penghujung tahun yang luar biasa bagi investor Benua Biru.

Kenaikan ini dimotori oleh gairah di sektor teknologi dan konsumsi. Di sisi lain, sektor pertahanan justru mengalami "aksi jual" setelah investor bereaksi terhadap sinyal perdamaian di Ukraina. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Presiden Zelenskiy "semakin dekat" seketika menekan saham-saham militer seperti Leonardo dan Rheinmetall yang merosot hingga 2 persen. 


Namun, pasar tidak sepenuhnya tenang; isu perbatasan serta ketegangan baru antara Moskow dan Ukraina membuat para pelaku pasar tetap memasang sikap waspada.

Pergerakan bursa utama di kawasan juga cenderung terbatas. Indeks CAC 40 Prancis menguat 8,44 poin atau 0,10 persen menjadi 8.112,02 dan DAX Jerman bertambah 0,05 persen atau 11,06 poin ke posisi 24.351,12, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,04 persen atau 4,15 poin jadi 9.866,53.

Sepanjang tahun 2025, pasar saham Eropa sebenarnya telah menunjukkan performa yang mengesankan, bahkan menjadi yang terbaik sejak 2021. Sektor keuangan menjadi bintang utama dengan lonjakan 65 perseb dalam setahun, dipicu oleh maraknya aktivitas merger dan kebijakan regulasi yang lebih longgar. Investor pun mulai melirik Eropa sebagai alternatif menarik ketika harga saham teknologi di Amerika Serikat mulai terasa terlalu mahal.

Meski menutup tahun dengan manis, para analis memperingatkan bahwa "pesta" ini mungkin akan menghadapi tantangan berat di tahun depan. Derren Nathan dari Hargreaves Lansdown menyebutkan bahwa 2026 berpotensi menjadi tahun yang penuh gejolak akibat meningkatnya tensi global. 

Kini, perhatian pelaku pasar tertuju pada risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis Selasa, guna mencari petunjuk arah suku bunga yang akan menentukan langkah awal mereka di tahun yang baru.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya