Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. (Foto: Humas PKS)

Politik

Menu MBG untuk Ibu dan Balita Harus Utamakan Pangan Lokal

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 19:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang mulai dijalankan di sejumlah daerah diapresiasi Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani.

“Penyaluran MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah intervensi yang sangat strategis. Pemenuhan gizi pada fase 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak ke depan,” ujar Netty di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

Netty menilai pelibatan posyandu, kader kesehatan, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam distribusi MBG merupakan pendekatan yang tepat karena dekat dengan masyarakat dan sudah memiliki basis kepercayaan di tingkat desa. 


“Peran kader dan bidan di lapangan sangat krusial. Mereka menjadi ujung tombak keberhasilan program ini, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada sasaran,” katanya.

Dalam konteks mutu gizi, Netty menekankan pentingnya penyusunan menu MBG yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan kesehatan ibu dan balita. Ia menyambut baik masukan para ahli gizi masyarakat yang mendorong agar menu MBG menghindari makanan ultra-processed food (UPF) seperti burger, spageti, dan lain-lain.

“Masukan dari para ahli tentu penting untuk menjadi bahan penyempurnaan. Prinsip dasarnya, MBG harus menghadirkan makanan segar, bergizi seimbang, dan sesuai kebutuhan kelompok sasaran,” jelas Netty.

Menurut Netty, pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat. Ia menilai potensi protein lokal seperti ikan, telur, dan bahan pangan daerah lainnya perlu dimaksimalkan dalam penyusunan menu MBG.

“Pangan lokal kita sangat kaya dan bernilai gizi tinggi. Jika dimanfaatkan secara optimal, selain lebih sehat, juga akan menggerakkan ekonomi lokal dan memudahkan pengawasan mutu,” ujarnya.

Namun demikian, Netty menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program. Sejumlah masukan dari masyarakat terkait variasi menu, rasa makanan yang kurang sesuai untuk balita, hingga potensi sisa makanan perlu menjadi perhatian bersama.

“Masukan dari penerima manfaat adalah hal yang wajar dan justru penting untuk perbaikan. Pemerintah perlu terus menyempurnakan menu agar lebih variatif, ramah balita, dan sesuai kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran,” katanya.

Netty juga menyoroti beban kerja kader pendamping yang meningkat seiring pelaksanaan MBG. Ia mendorong agar pemerintah memberikan dukungan yang memadai, baik dalam bentuk pelatihan, penguatan kapasitas, maupun apresiasi terhadap kerja-kerja mereka di lapangan.

“MBG adalah program besar yang dampaknya sangat luas. Dengan evaluasi, pendampingan, dan kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah, kita optimistis program ini dapat terus disempurnakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Netty.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya