Berita

Sekolah Rakyat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Program Sekolah Rakyat Harus Terus Dikawal Agar Tepat Sasaran

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 18:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai instrumen strategis negara dalam memperluas akses pendidikan inklusif, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kelompok putus sekolah harus terus dikawal.

“Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah. Bahkan yang belum pernah mengenyam pendidikan formal," kata Anggota Komisi VIII DPR, Dini Rahmania, Senin, 29 Desember 2025.

Legislator Partai NasDem itu menyatakan bahwa selama hampir satu tahun masa tugasnya, ia secara rutin melakukan kunjungan lapangan di daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan dan Probolinggo.


Dari pemantauan tersebut, sedikitnya empat Sekolah Rakyat telah beroperasi dan dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Saya mendengar langsung masukan dari guru, siswa, hingga orang tua, dan secara umum responsnya sangat baik,” tandasnya.

Meski demikian, Dini mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah kondisi sekolah yang masih bersifat sementara dengan memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) dan rumah susun sewa (rusunawa), sembari menunggu pembangunan gedung permanen.

Ia menilai sarana dan prasarana yang tersedia saat ini sudah cukup layak dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar. Dari aspek akademik, Dini menyoroti heterogenitas usia dan kemampuan peserta didik sebagai tantangan tersendiri. 

Ia mencontohkan adanya siswa jenjang SD yang belum lancar membaca dan menulis, hingga siswa SMA yang berusia di atas 20 tahun akibat riwayat putus sekolah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kerja ekstra dan metode pembelajaran yang adaptif dari para pendidik.

“Di sinilah peran guru dan wali asuh menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membina karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anak-anak dengan latar belakang yang beragam,” jelasnya.

Sebagai sekolah berkonsep asrama, Sekolah Rakyat didukung sistem pengasuhan dengan rasio satu wali asuh untuk sekitar 10 siswa. 

Meski pengawasan dinilai cukup ketat, Dini menekankan pentingnya manajemen pengasuhan yang sensitif terhadap perbedaan usia dan jenjang pendidikan guna mencegah munculnya persoalan baru.

Selain itu, Dini juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai tanggung jawab bagi siswa.Terutama terkait fasilitas dan perlengkapan yang diberikan negara melalui Kementerian Sosial, mulai dari seragam, buku, hingga perangkat teknologi.

Menurutnya, bantuan tersebut harus diiringi dengan pembelajaran karakter agar siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter. Tujuan akhirnya adalah agar anak-anak ini mampu meraih cita-cita dan keluar dari lingkaran kemiskinan struktural,” tegasnya.

Ke depan, Dini berharap program Sekolah Rakyat terus dievaluasi dan diperkuat, baik dari sisi kurikulum, pembangunan fasilitas permanen, maupun sistem pengawasan. 

"DPR, khususnya Komisi VIII, berkomitmen memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya negara mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya