Berita

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Selatan pada Senin, 29 Desember 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Hasto Kristiyanto:

Rangkap Jabatan Ketua DPD PDIP Tidak Diatur dalam AD/ART

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 15:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP angkat bicara terkait masih adanya sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang merangkap jabatan di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

Meskipun, Kongres VI PDIP telah memutuskan larangan rangkap jabatan bagi pengurus. Dampaknya, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dicopot dari jabatan Ketua DPP PDIP.

Namun demikian, kini masih ada sejumlah pengurus DPP yang kembali terpilih sebagai Ketua DPD untuk periode lima tahun ke depan. 


Mereka antara lain Ketua DPP Said Abdullah yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Bendahara Umum DPP Olly Dondokambey yang merangkap Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara, serta Dolfie OFP yang terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah sekaligus menjabat Wakil Bendahara DPP.

Menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa pengaturan mengenai rangkap jabatan tersebut tidak secara tegas diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Jadi itu tidak diatur di dalam AD/ART. Karena AD/ART mengatur hal yang pokok. Itu adalah kebijakan-kebijakan yang kemudian juga melihat realitasnya bagaimana," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Selatan pada Senin, 29 Desember 2025.

Selain mempertimbangkan aspek realistis, PDIP juga melihat kebutuhan strategis dan konsolidasi partai di daerah-daerah tertentu.

“Sehingga kemudian kepemimpinan Pak Olly Dondokambey masih diperlukan. Demikian pula di Jawa Timur. Karena berpolitik ini kan dinamis juga menyerap aspirasi dari bawah," jelasnya. 

Ia menambahkan, Jawa Timur dan Sulawesi Utara memiliki kepentingan konsolidasi yang bersifat strategis bagi partai, sehingga masih membutuhkan figur-figur tersebut untuk memimpin DPD.

“Sehingga untuk Jawa Timur, Sulawesi Utara itu ada kepentingan konsolidasi yang bersifat strategis. Sehingga masih memerlukan kepemimpinan Pak Olly Dondokambey dan juga Pak Said Abdullah," demikian Hasto.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya