Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Gaji Naik Tak Seberapa, Pekerja Singapura Ramai-ramai Cari Kerjaan Baru

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 09:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 64 persen pekerja di Singapura mempertimbangkan untuk pindah pekerjaan jika tidak puas dengan kenaikan gaji atau bonus yang diterima.

Data tersebut berasal dari Panduan Prospek Pasar Kerja dan Gaji 2026 yang dirilis Randstad Singapura, berdasarkan survei terhadap 500 responden. Mayoritas pekerja memperkirakan kenaikan gaji di bawah 5 persen, sementara 15 persen memprediksi pembekuan upah, dan hanya 28 persen yang yakin akan mendapatkan promosi dan kenaikan gaji.

Direktur Negara Randstad Singapura, David Blasco, menyebut perusahaan masih sangat berhati-hati dalam mengelola biaya tenaga kerja.


“Di beberapa sektor yang kekurangan tenaga kerja terampil, perusahaan memang bisa menawarkan gaji lebih tinggi, tetapi secara umum mobilitas talenta tetap terbatas,” ujarnya, dikutip dari Business Times, Senin 29 Desember 2025.

Meski begitu, sejumlah sektor dinilai masih kuat, terutama teknik, jasa keuangan, dan ilmu hayati. Permintaan tenaga kerja tinggi terlihat pada posisi bernilai tambah seperti robotika dan otomatisasi, pembiayaan hijau, investasi berkelanjutan, serta bio-manufaktur.

Randstad juga mencatat pasar tenaga kerja Singapura masih ketat, dengan jumlah lowongan yang melampaui jumlah pencari kerja. Sekitar 64 persen pekerja terbuka untuk pindah kerja, tetapi hanya 22 persen yang aktif mencari pekerjaan baru.

Sementara itu, 41 persen pekerja tergolong pencari kerja pasif terbuka pada peluang, namun tidak aktif melamar. Menurut Randstad, kelompok ini justru sering menjadi talenta berkualitas karena keputusan pindah kerja biasanya direncanakan dan berorientasi pada pengembangan karier.

Dalam memilih pekerjaan baru, gaji tetap penting, tetapi budaya kerja dan manfaat non-finansial kini semakin diperhatikan. Bonus kinerja, fleksibilitas waktu dan lokasi kerja, serta keseimbangan hidup menjadi faktor penentu, di tengah kekhawatiran pekerja terhadap tuntutan kerja yang semakin tinggi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya