Berita

Pemerhati sosial dan politik Azas Tigor Nainggolan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Sisingamangaraja XII dan Cut Nya Dien Menangis Akibat Kerakusan dan Korupsi

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 00:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Akhirnya Sisingamangaraja XII dan Cut Nya Dien menangis karena bangsanya kalah dengan bangsa sendiri.

"Wilayahnya hancur. Tanah Air yang mereka perjuangkan dihancurkan oleh kerakusan orang Indonesia sendiri," kata pemerhati sosial dan politik Azas Tigor Nainggolan dalam Catatan Akhir Tahun 2025, dikutip Minggu 28 Desember 2025.

Tigor mengatakan, para pahlawan telah berjuang mempertaruhkan nyawa untuk mengusir penjajah. Tetapi para pejabat pemerintah sekarang menjarah dan korupsi mengorbankan kehidupan dan keutuhan ciptaan Tuhan, termasuk nyawa rakyat itu sendiri.


Menurut Tigor, bencana ekologis yang terjadi di Aceh, Sumatera dan Sumatera Barat juga di banyak daerah lain di Indonesia adalah akibat kerakusan dan korupsi yang dilakukan para pejabat pemerintah.

Tanah yang diperjuangkan oleh Sisimangaraja XII dan Cut Nya Dien dihancurkan diperjualbelikan oleh pejabat pemerintah Indonesia kepada para pemodal untuk dihancurkan.

"Akhirnya terjadilah kehancuran dan bencana ekologis yang menewaskan ribuan rakyat Indonesia," kata Tigor.

Peristiwa bencana ekologis akhir November 2025 adalah akibat proses panjang yang merusak Tanah Air Indonesia karena kerakusan dan korupsi pejabat pemerintah.

"Saatnya membersihkan Indonesia dari para pejabat yang rakus dan korupsi. Kita tidak bisa lagi diam karena kita juga akhirnya yang menjadi korban nantinya," pungkas Tigor.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya