Berita

Praktisi hukum Firman Tendry Masengi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Firman Tendry Sebut Koruptor Mau Dikejar Sampai Antartika, Sindir Prabowo?

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 18:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Upaya mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi dinilai masih sulit direalisasikan tanpa ada keseriusan negara dan penegak hukum itu sendiri.

"Ada harapan enggak sih 2026 (bebas korupsi) dengan segala persoalan yang ada ini? Negara hari ini, dia sendiri yang memproduksi hukum-hukum koruptif," kata praktisi hukum Firman Tendry Masengi dalam diskusi bertajuk Anomali Pemberantasan Korupsi 2025. Harapan untuk 2026 di Jakarta, Minggu, 28 Desember 2025.

Firman Tendry menilai, produk hukum Indonesia masih "ramah" terhadap pelanggar, ditambah penegak hukum itu sendiri dituding koruptif.


Politisi PDIP ini lantas menyinggung janji politik bahwa koruptor akan dikejar hingga ke Antartika. Meski Firman Tendry tidak menyebutkan nama, pernyataan tersebut adalah janji politik Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

"Dia bilang begini, 'saya akan mengejar koruptor sampai ke antartika', tapi dia membiarkan korupsi di antara kita. Kan gila namanya," tegas Firman.

Ia juga pesimis aparat penegak hukum serius dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kita ini sudah mengalami state capture, negara yang memproduksi korupsi dan kejahatan. Jadi kalau bicara aparat penegak hukum, polisi, kejaksaan, KPK, jangan harap deh, orang itu juga bagian dari korupsi itu sendiri," pungkas Firman.

Dalam acara diskusi ini juga dihadiri dua narasumber lainnya, seperti pengamat politik Standarkiaa Latief dan aktivis mahasiswa Fikri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya