Berita

Politikus Partai Gerindra Kamrussamad. (Foto: dokumentasi pribadi)

Politik

Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal: Bawa Keluh Kesah Pribadi ke Diplomasi

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 09:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Politikus Partai Gerindra Kamrussamad menilai pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terhadap Menteri Luar Negeri Sugiono bukan kritik, apalagi disebut kritik substantif. Menurutnya, apa yang disampaikan Dino lebih mencerminkan keluh kesah personal sebagai ketua organisasi masyarakat yang merasa kurang diperhatikan.

"Keluh kesah Dino Patti Djalal secara nyata tersirat dalam kalimat keputusasaannya karena tidak bisa menghubungi Menlu Sugiono selama berbulan-bulan. Dalam kondisi putus asa yang akut, akhirnya ia menumpahkan kegundahannya ke media sosial,"

Sebagai pelampiasan individual dan ekspresi keputusasaan, tegasnya, pernyataan Dino jauh dari kritik untuk kepentingan diplomasi Indonesia. Ia mengingatkan sebagai mantan diplomat yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia diplomasi, Dino seharusnya memahami bahwa tugas menteri luar negeri adalah menjalankan mandat negara, bukan melayani kepentingan personal atau kelompok tertentu.


Kamrussamad menegaskan, Menlu Sugiono sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto justru telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan diplomasi negara. Berbagai forum internasional dan multilateral yang dihadiri kepala negara, kata dia, berhasil menghadirkan perspektif baru sekaligus kemenangan diplomasi bagi Indonesia.

Selain itu, sambutan antusias warga negara Indonesia di luar negeri dalam setiap kunjungan Presiden Prabowo juga menjadi bukti kuatnya komunikasi dan kerja sama antara Kemenlu dengan diaspora Indonesia.

Di bidang politik luar negeri, Kamrussamad menyampaikan Menlu Sugiono berhasil memperkuat prinsip politik bebas aktif. Tercermin dari dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Gaza, pemberian bantuan kemanusiaan, hingga peran aktif Indonesia dalam forum-forum perdamaian internasional.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan diplomasi Indonesia yang mengantarkan Presiden Prabowo mendapatkan nomor urut awal untuk berpidato di Sidang Umum PBB.

"Ini capaian diplomasi tingkat tinggi, bukan pekerjaan sembarangan," ujarnya.

Pada sektor ekonomi, Kamrussamad yang juga Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menyampaikan diplomasi yang dijalankan Menlu Sugiono efektif mendorong kepentingan nasional. Mulai dari keanggotaan penuh Indonesia di BRICS per 6 Januari 2025 hingga berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Arab Saudi.

Di bidang pertahanan dan keamanan, kerja sama internasional yang dijalin juga dinilai strategis, terutama dalam mendukung modernisasi alutsista TNI melalui pengadaan jet tempur, kapal perang, hingga sistem pertahanan dari berbagai negara mitra.

Kamrussamad juga menyoroti peran aktif Menlu Sugiono dalam perlindungan WNI di luar negeri, termasuk keberhasilan menyelamatkan ratusan WNI korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja. Dan dengan berbagai capaian tersebut, Kamrussamad menilai kritik Dino Patti Djalal tidak memiliki bobot dan cenderung bersifat personal.

"Ini menunjukkan kapasitas Dino yang belum matang meski mengklaim pengalaman puluhan tahun sebagai diplomat,” sindirnya.

Ia pun menyarankan Dino meneladani kiprah mantan Menlu Retno Marsudi yang tetap berkontribusi di tingkat global sebagai utusan khusus Sekjen PBB, tanpa membebani pemerintah dengan kritik bernuansa kepentingan pribadi.

"Sebagai pihak yang mengaku sesepuh Kemenlu, Dino seharusnya memberi solusi, bukan menambah beban Menlu Sugiono dengan keluhan personal yang mengatasnamakan ormas," pungkas Kamrussamad yang juga anggota Fraksi Gerindra DPR RI.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya