Berita

Pertamina mengapalkan satu juta barel minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia (Dok Pertamina)

Politik

Pengapalan Minyak dari Aljazair Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 07:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Pertamina mengapalkan satu juta barel minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Pakar Energi Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai kerja sama internasional tersebut perlu mendapat dukungan penuh karena berkontribusi langsung pada pemenuhan kebutuhan energi nasional, khususnya untuk pasokan kilang dalam negeri.

"Langkah Pertamina harus didukung penuh karena kebutuhan energi kita sangat banyak, dan kerja sama ini membantu kebutuhan kilang dalam negeri yang selama ini sangat dibutuhkan,” ujar Makky lewat keterangan resminya, Minggu, 28 Desember 2025.


Langkah strategis ini juga memperkuat posisi Indonesia di mata internasional. Ia menilai keberhasilan Pertamina mengelola aset energi di luar negeri menunjukkan kapasitas perusahaan sebagai pemain penting di sektor energi global.

“Ini akan menjadi perhitungan negara-negara lain bahwa Pertamina memiliki peran dalam energi. Kerja sama ini menjadi branding yang kuat bagi Pertamina agar bisa bersaing di pasar global, sekaligus menjaga ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor,” katanya.

Senada dengan itu, Pakar Energi Universitas Trisakti, Willy Arafah, menilai pengapalan perdana satu juta barel minyak mentah dari Aljazair merupakan capaian krusial yang mencerminkan kemampuan Pertamina dalam mendiversifikasi sumber pasokan energi.

“Capaian Pertamina dalam mengangkut satu juta barel minyak mentah dari Aljazair merupakan langkah krusial untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mendiversifikasi sumber pasokan dan mengurangi ketergantungan, serta berkontribusi pada stabilitas pasokan energi domestik,” jelas Willy.

Ia juga menekankan pengapalan minyak tersebut menegaskan komitmen Pertamina untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, yang menjadi fondasi penting bagi stabilitas energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Willy menilai kerja sama jangka panjang Pertamina dengan perusahaan energi nasional Aljazair, Sonatrach, termasuk perpanjangan kontrak kerja sama (PSC) di Blok 405A, memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pasokan minyak mentah ke kilang domestik.

“Perpanjangan PSC dan pengapalan minyak ini sangat penting untuk memastikan pasokan minyak mentah yang konsisten bagi industri kilang domestik dan mengurangi risiko gangguan pasokan,” ujarnya.

Menurut Willy, langkah internasional Pertamina tersebut tidak hanya memperluas jaringan global perusahaan, tetapi juga berkontribusi langsung pada upaya mengurangi ketergantungan impor minyak di masa depan.

“Diversifikasi sumber pasokan melalui aset luar negeri seperti di Aljazair akan meningkatkan kemandirian energi nasional dan memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain energi global,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya