Berita

IPB Paparkan Hasil Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. (Foto: RMOLJabar/Heri Supriatna)

Nusantara

KKP Gandeng IPB University Matangkan Lokasi KNMP

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 04:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

IPB University bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Diseminasi Hasil Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari proses penentuan desa-desa pesisir yang dinilai siap memasuki tahap pembangunan. 

Paparan hasil survei tersebut berlangsung di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu, 27 Desember 2025.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, menyampaikan, forum diseminasi menjadi tahapan penting untuk menyaring dan merumuskan rekomendasi desa calon lokasi KNMP yang akan dilanjutkan ke fase konstruksi.


"Melalui diseminasi hari ini, diharapkan nanti tersusun rekomendasi desa-desa yang akan masuk ke tahap pembangunan konstruksi," kata Ridwan Mulyana dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 28 Desember 2025.

Sementara itu, Wakil Rektor III Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiadi, menjelaskan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan hasil kolaborasi strategis antara KKP dan IPB University. Forum diseminasi ini menjadi kelanjutan dari rangkaian survei lapangan yang telah dilakukan para surveyor di berbagai wilayah pesisir.

Kegiatan tersebut digelar untuk memaparkan hasil penapisan sistematis sekaligus verifikasi lapangan terhadap sejumlah calon lokasi pembangunan KNMP yang direncanakan untuk tahun 2026.

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi intensif antara KKP dan IPB dalam menyusun basis data pembangunan KMNP. Ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi akademisi dan pemerintah dalam membangun Indonesia," kata Ernan.

Ia berharap forum diskusi yang melibatkan akademisi IPB, KKP, serta perguruan tinggi mitra dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan validasi teknis dan menyampaikan masukan konstruktif. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah berpotensi memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi biru sekaligus membangun kejayaan maritim Indonesia.

"Melalui diseminasi ini, diharapkan akan tersusun rekomendasi lokasi yang siap masuk tahap konstruksi dan terwujudnya dukungan kolektif terhadap peta jalan pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional," ungkap Ernan.

Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB, Handian Purwawangsa, memaparkan bahwa hasil survei mencakup kajian literatur terhadap 1.008 calon lokasi KNMP. Selain itu, dilakukan survei lapangan mendalam di 282 desa yang menghasilkan 77 rekomendasi calon lokasi KNMP Hub, 194 calon lokasi KNMP Penyangga, serta 11 lokasi yang dikategorikan bukan desa perikanan tangkap.

"Paparan kegiatan hari ini juga menyampaikan jenis dan kapasitas fasilitas yang dibutuhkan berbasis klaster, berikut dengan rumusan model bisnis, kewirausahaan, dan model pendampingan yang terintegrasi guna memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan di calon lokasi KNMP," ungkap Handian.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya