Berita

Kecelakaan Boeing 737-800 Jeju Air. (Foto: Getty Images)

Dunia

Investigasi Kecelakaan Jeju Air Mandek, Keluarga Korban Geram

SABTU, 27 DESEMBER 2025 | 17:52 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lebih dari satu tahun setelah kecelakaan pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang, investigasi pemerintah Korea Selatan belum juga rampung.

Hingga akhir Desember 2025, Dewan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api menyatakan belum mampu merilis laporan kemajuan. Padahal, aturan internasional mengharuskan adanya pembaruan setelah satu tahun.

Kecelakaan terjadi pada 29 Desember 2024 ketika pesawat Boeing 737-800 Jeju Air mendarat darurat di Bandara Muan, melampaui landasan pacu, menabrak tanggul beton, lalu terbakar hebat hingga menewaskan 179 dari 181 penumpang dan awak.


Melansir CNN, laporan pendahuluan Januari 2025, menyebut kedua mesin pesawat sempat bertabrakan dengan burung. Meski pembaruan lanjutan pada Juli menyebut pilot mematikan mesin dengan kerusakan lebih ringan.

Hal ini memicu protes keluarga korban yang menuntut kejelasan serta transparansi.

"Rasanya semua keraguan semakin membesar. Sementara itu, setahun telah berlalu, dan rasanya frustrasi hanya terus meningkat," ujar anak salah satu korban, Ryu Kum-Ji saat ikut berunjuk rasa di depan kantor presiden, dikutip Sabtu, 27 Desember 2025.

Sementara, Pemerintah Korea Selatan mengakui tekanan tersebut dan berjanji akan meneliti lebih lanjut.

"Kami menanggapi dengan serius kekhawatiran Anda yang menyatakan bahwa upaya pemerintah tidak cukup dalam proses (menemukan kebenaran)," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bidang Penerbangan, Joo-Jongwan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya