Berita

Amerika Serikat luncurkan serangan terhadap ISIS di Nigeria (Tangkapan layar siaran YouTube The Economic Times)

Dunia

Australia Dukung Serangan Udara AS terhadap ISIS di Nigeria

SABTU, 27 DESEMBER 2025 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia menyatakan dukungan penuh terhadap serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan kelompok teroris ISIS di Nigeria.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan Canberra mendukung langkah yang diambil Amerika Serikat bersama pemerintah Nigeria dalam menghadapi ancaman terorisme.

“ISIS meneror orang-orang di seluruh dunia. Ideologi ekstremis dan kekerasan mereka harus dihentikan,” ujar Penny Wong dalam pernyataan resmi yang dikutip dari 9News, Sabtu, 27 Desember 2025.


Serangan udara AS dilakukan menyusul meningkatnya kekerasan ekstremis di Nigeria yang telah menewaskan warga sipil, termasuk umat Kristen dan Muslim. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut serangan tersebut bersifat dahsyat dan mematikan, meski tidak merinci lokasi maupun besaran kerusakan yang ditimbulkan.

Nigeria saat ini menghadapi ancaman dari berbagai kelompok bersenjata, termasuk dua faksi yang berafiliasi dengan ISIS. Salah satunya adalah Islamic State West Africa Province (ISWAP), pecahan Boko Haram yang beroperasi di wilayah timur laut. Selain itu, terdapat kelompok Lakurawa yang aktif di wilayah barat laut, seperti Sokoto dan Kebbi.

Analis keamanan menduga serangan AS kemungkinan menargetkan kelompok Lakurawa, yang dalam setahun terakhir menunjukkan peningkatan kekerasan dan bahkan menguasai sejumlah wilayah terpencil.

“Lakurawa kini benar-benar mengendalikan wilayah di Sokoto dan beberapa negara bagian lain. Hal ini terjadi karena hampir tidak adanya kehadiran negara dan aparat keamanan,” ujar Malik Samuel, peneliti keamanan dari Good Governance Africa.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya