Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R)

Politik

Optimisme Masyarakat ke Purbaya Munculkan Fenomena Makan Tabungan

JUMAT, 26 DESEMBER 2025 | 22:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keyakinan masyarakat terhadap kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, membuat masyarakat tidak takut untuk menggunakan tabungannya dalam memenuhi konsumsinya.

Ekonom Bright Institute, Yanuar Rizky menuturkan, tingkat konsumsi masyarakat yang hanya selisih 0,02 persen secara tahunan di Triwulan ke-3 Tahun 2025 ini, dipengaruhi kepercayaan masyarakat pada tata kelola fiskal Purbaya.

"Katakan saja efek Purbaya. Efek ini memberikan optimisme orang, sehingga akhirnya mau belanja," ujar Yanuar dalam podcast kanal Youtube Forum Keadilan, dikutip redaksi pada Jumat, 26 Desember 2025.


Meskipun persentase konsumsi masyarakat selisih sedikit, yakni di Triwulan ke-3 Tahun 2025 hanya 4,89 persen, lebih rendah dari Triwulan ke-3 Tahun 2024 yang sebesar 4,91 persen, tetapi secara tidak langsung menunjukan sentimen penurunan.

Kendati begitu, Yanuar mendapati data dari Bank Indonesia (BI) yang mencatatkan arus keluar uang lebih tinggi daripada arus uang masuk ke kas atau rekening kebanyakan nasabah.

"Data menunjukkan, selama setahun ini, dari data clearing Bank Indonesia, orang ngambil uang (kas keluar/outflow) dari bank, dibandingkan inflow (yang masuk ke bank), posisinya masih negatif, lebih banyak outflow daripada inflow," urainya.

Meskipun tidak menyebutkan secara rinci besaran alur keluar masuk uang yang dicatatkan BI, Yanuar menganggap data umum tersebut mengindikasikan adanya fenomena penarikan uang tabungan oleh masyarakat. 

"Jadi, clear nih. Kita lihat data nih. Artinya dari data itu, fenomena makan tabungan masih terjadi. Berarti kan orang tetap mengambil tabungannya, Pak. Iya nggak? Betul dia optimis, ambil aja deh, karena saya optimis sama dia (Purbaya)," tuturnya. 

"Tapi satu yang bisa menjelaskan, makan tabungan masih tetap terjadi," demikian Yanuar menambahkan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya