Berita

Proses pembangunan Hunian Sementara di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian, Kabupaten Agam er tanggal 23 Desember 2025. (Foto: Humas BNPB)

Nusantara

Pemerintah Kejar Pembangunan Huntara dan Huntap bagi Korban Bencana di Aceh

JUMAT, 26 DESEMBER 2025 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam, termasuk di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menjelaskan bahwa pembangunan huntara dan huntap termasuk dalam tahap percepatan penanganan darurat, meskipun saat ini memasuki momen pergantian tahun.

"Persiapan dan percepatan untuk huntara ini terus dilakukan. Memang salah satu tantangan dalam proses ini adalah penyiapan lahan," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis dikutip Jumat 26 Desember 2025. 


Hingga saat ini, di Provinsi Aceh pembangunan huntara telah memasuki tahap pembangunan di Kabupaten Pidie Jaya. Sementara itu, enam kabupaten lainnya; Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Bireuen, masih berada pada tahap pematangan lahan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi huntara.

Dua kabupaten terdampak lainnya, yakni Aceh Timur dan Nagan Raya, masih dalam proses identifikasi lahan.

“Sekali lagi, untuk menyiapkan lahan oleh pemerintah daerah, pembangunannya dikerjakan oleh pemerintah pusat atas koordinasi BNPB,” urai Pratikno.

Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) itu menegaskan, pengerjaan huntara maupun huntap dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, dan Polri, yang dikoordinatori oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pratikno menambahkan, persiapan pembangunan hunian tetap juga dilakukan untuk warga yang permukimannya harus direlokasi, termasuk hunian mandiri yang dibangun di lahan milik warga.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya