Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Dunia

Militer AS Diperintahkan Fokus Karantina Minyak Venezuela

JUMAT, 26 DESEMBER 2025 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gedung Putih memerintahkan militer Amerika Serikat untuk hampir sepenuhnya memusatkan perhatian pada penegakan karantina terhadap minyak Venezuela setidaknya selama dua bulan ke depan. 

Seorang pejabat menjelaskan bahwa opsi militer masih ada, namun prioritas utama saat ini adalah menggunakan tekanan ekonomi dengan cara menegakkan sanksi. “Tujuannya adalah mencapai hasil yang diinginkan Gedung Putih,” ujarnya, berbicara dengan syarat anonim, dikutip dari Reuters Jumat, 26 Desember 2025.

Menurut pejabat tersebut, langkah-langkah yang sudah diambil sejauh ini telah memberikan tekanan besar terhadap Maduro. "Pada akhir Januari, Venezuela berpotensi menghadapi krisis ekonomi serius jika tidak bersedia membuat konsesi besar kepada Amerika Serikat," tegasnya.


Tekanan terhadap Venezuela semakin kuat sejak Presiden AS Donald Trump menuduh negara itu menjadi sumber masuknya narkoba ke Amerika Serikat. Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah AS dilaporkan telah menyerang kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba. Namun, banyak negara mengecam tindakan ini dan menyebutnya sebagai pembunuhan di luar proses hukum.

Selain itu, Trump kerap mengancam akan menyerang infrastruktur narkoba di darat dan telah mengizinkan operasi rahasia CIA yang diarahkan ke Caracas.
Sepanjang bulan ini, Penjaga Pantai AS telah mencegat dua kapal tanker di Laut Karibia yang penuh muatan minyak mentah Venezuela. 

Pejabat Gedung Putih tidak menjelaskan secara detail apa yang dimaksud dengan fokus militer “hampir sepenuhnya” pada pencegahan pengiriman minyak Venezuela. 

Saat ini, Pentagon memiliki kehadiran militer besar di kawasan Karibia, dengan lebih dari 15.000 personel, termasuk satu kapal induk, 11 kapal perang lainnya, serta belasan pesawat tempur F-35. Meski sebagian aset bisa digunakan untuk menegakkan sanksi, banyak di antaranya dinilai tidak cocok untuk operasi pencegatan maritim.

AS juga telah menyampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa mereka akan memberlakukan dan menegakkan sanksi terhadap Venezuela “secara maksimal” untuk memutus sumber daya keuangan Maduro.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya