Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Stabilkan Harga Saham, TOBA Siapkan Dana Buyback Rp 586 Miliar

JUMAT, 26 DESEMBER 2025 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) resmi mengumumkan langkah strategis berupa pembelian kembali saham (buyback). 

Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana membeli kembali hingga 825.740.293 saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 26 Desember 2025, periode pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 24 Desember 2025 hingga 24 Maret 2026.


Manajemen TOBA menegaskan bahwa pendanaan buyback sepenuhnya bersumber dari kas internal perusahaan. Dana tersebut telah disiapkan sebelumnya dan dipastikan tidak akan mengganggu kemampuan keuangan perseroan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

Apabila buyback saham terealisasi secara penuh, total dana yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 586.275.608.030 atau sekitar US$ 34.918.142, dengan asumsi kurs Rp 16.790 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tersebut telah mencakup seluruh biaya terkait, termasuk biaya transaksi dan jasa perantara perdagangan.

"Perkiraan dana pembelian kembali di atas dihitung dengan menggunakan harga saham perusahaan pada penutupan perdagangan 23 Desember 2025 yaitu sebesar Rp 710 per saham," tulis Manajemen TOBA dalam keterbukaan informasi, Kamis 25 Desember 2025. 

Langkah buyback ini diambil seiring kondisi pasar modal yang dinilai tengah berfluktuasi tajam. Situasi tersebut berpotensi menyebabkan harga saham TOBA belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental perusahaan, meskipun kinerja operasional dan kondisi keuangan dinilai tetap solid.

Lebih lanjut, manajemen menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor, memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan, meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang, serta menstabilkan harga saham di tengah tekanan pasar.

"Pelaksanaan buyback saham ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perusahaan, mengingat perusahaan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk mendukung operasional serta pelaksanaan buyback saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pungkas Manajemen TOBA.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya