Berita

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. (Foto: PT KAI)

Bisnis

Layanan Lost and Found Whoosh Amankan Ribuan Barang Penumpang Sepanjang 2025

JUMAT, 26 DESEMBER 2025 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sepanjang  2025, layanan Lost and Found KCIC menjadi penyelamat bagi ribuan penumpang Whoosh. Tercatat sekitar 6.800 barang tertinggal di kereta maupun stasiun, mulai dari barang remeh hingga benda sangat berharga seperti perhiasan, laptop, bahkan uang tunai senilai Rp50 juta. Beruntung, sistem pendataan yang ketat membuat sebagian besar barang tersebut berhasil kembali ke pemiliknya.

“Mengenai lost and found, yang ditemukan di tahun ini ada sekitar 6.800 barang. Setengahnya sudah balik,” ungkap General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunnisa, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta Jumat 26 Desembet 2025.

Ia menjelaskan bahwa setiap temuan langsung didata secara mendetail oleh petugas untuk menghindari miskomunikasi saat proses serah terima.


Prosedur penyimpanan barang pun diatur berdasarkan jenisnya. Untuk makanan atau oleh-oleh yang mudah basi, KCIC hanya memberikan batas waktu pengambilan selama satu minggu. 

“Kebanyakan kan makanan, kayak bolu atau oleh-oleh gitu, aturannya seminggu. Kalau melewati batas waktu, makanan kita musnahkan,” jelas Eva. Sementara untuk barang yang tahan lama, KCIC menyimpannya selama enam hingga sembilan bulan sebelum akhirnya didonasikan jika tidak ada yang mengambil.

Layanan ini hadir sebagai bentuk komitmen KCIC dalam memberikan rasa aman bagi pengguna Whoosh. Eva menekankan bahwa selama barang ditemukan oleh petugas resmi, maka dipastikan akan masuk ke sistem. 

“Lost and found adalah media yang kita gunakan untuk mendata barang-barang penumpang yang tertinggal, jadi selama barang-barang tersebut ditemukan oleh petugas, maka itu pasti akan dimasukkan ke data lost and found,” tambahnya.

Meski layanan ini sangat membantu, KCIC tetap mengingatkan bahwa kewaspadaan pribadi adalah yang utama. Mengingat hiruk pikuk transportasi publik, risiko barang diambil oleh oknum tetap ada sebelum petugas sempat menemukannya. 

Oleh karena itu, Eva menegaskan ke masyarakat atau penumpang bahwa ketika menggunakan Whoosh, "apa yang kalian bawa itu menjadi tanggung jawab kalian,” katanya. 

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya