Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Bitcoin Naik Terdorong Faktor El Salvador-Musk

KAMIS, 25 DESEMBER 2025 | 13:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin menguat kembali menguat 1,01 persen ke level 87.678 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap, Kamis 25 Desember 2025. Hal ini sejalan dengan rebound pasar kripto secara keseluruhan yang naik 0,87 persen. 

Kenaikan harian ini terjadi di tengah pergerakan yang relatif datar dalam jangka menengah, di mana Bitcoin masih mencatat kenaikan mingguan 1,51 persen, tetapi secara bulanan masih turun tipis 0,48 persen.

Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin saat ini. Salah satunya pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan bahwa ekonomi El Salvador tumbuh sekitar 4 persen hingga 25 Desember.


Saat ini, El Salvador tercatat memiliki sekitar 7.509 BTC. Sikap IMF yang dinilai lebih lunak ini mengurangi kekhawatiran pasar soal risiko regulasi dan memberi sinyal bahwa penggunaan Bitcoin oleh negara masih dapat ditoleransi secara institusional. Hal ini mendukung narasi permintaan jangka panjang terhadap Bitcoin.

Dari sisi teknikal, kondisi pasar menunjukkan sinyal yang beragam. Bitcoin mampu bertahan di area support penting di kisaran 86.500-86.700 Dolar AS. Indikator MACD menunjukkan persilangan bullish dengan histogram di level positif, sementara RSI berada di angka 44 yang menandakan kondisi netral. 

Sentimen positif lainnya datang dari faktor makro. Pada 24 Desember, Elon Musk memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat bisa mencapai dua digit dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Pernyataan ini memicu optimisme di kalangan investor Bitcoin, terutama karena pertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pertanyaan besar ke depan adalah apakah Bitcoin mampu menembus dan bertahan di level psikologis 90.000 Dolar AS, terutama jika data ekonomi AS ke depan benar-benar mendukung proyeksi optimistis seperti yang disampaikan Musk.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya