Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

OJK Terbitkan POJK 32/2025: Aturan Baru Layanan Paylater untuk Lindungi Konsumen

KAMIS, 25 DESEMBER 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis POJK Nomor 32 Tahun 2025 yang mengatur penyelenggaraan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau "Beli Sekarang Bayar Nanti". 

Langkah strategis ini diambil untuk memitigasi risiko pesatnya perkembangan pembiayaan digital sekaligus memberikan kepastian hukum di sektor jasa keuangan.

Berdasarkan aturan terbaru ini, layanan BNPL kini hanya boleh dikelola oleh dua entitas, yaitu Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan (Multifinance).


Untuk Bank Umum, penyelenggaraannya mengacu pada regulasi perbankan yang sudah ada. Sementara untuk Perusahaan Pembiayaan (Multifinance) wajib mengantongi izin atau persetujuan khusus dari OJK sebelum beroperasi.

Layanan ini dapat dijalankan melalui skema konvensional maupun prinsip syariah, sesuai dengan kebutuhan pasar dan ketentuan yang berlaku.

OJK menetapkan standar operasional bagi penyedia BNPL. Dalam POJK tersebut diatur mengenai karakteristik BNPL. Antara lain ditujukan untuk membiayai pembelian barang dan/atau jasa secara nontunai, tanpa agunan, memiliki batas plafon tertentu, serta dilakukan melalui sistem elektronik dengan skema pembayaran angsuran yang disepakati. 

Dalam penyelenggaraannya, Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, serta pelindungan data pribadi nasabah/debitur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Informasi tersebut antara lain mencakup sumber dana pembiayaan, jumlah dan frekuensi cicilan, serta informasi lain yang ditetapkan oleh OJK. Kewajiban keterbukaan informasi ini bertujuan agar konsumen dapat mengambil keputusan pembiayaan secara sadar dan bertanggung jawab,” tulis OJK dalam keterangannya di situs resmi yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 25 Desember 2025.

Salah satu poin krusial dalam POJK ini adalah transparansi informasi. Perusahaan wajib memberikan penjelasan yang mudah dimengerti mengenai; sumber dana pembiayaan, jumlah serta frekuensi cicilan yang harus dibayar, dan batas maksimum manfaat ekonomi (biaya/bunga) agar nasabah bisa mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab.

Regulasi ini juga memberi kewenangan kepada OJK untuk mengatur mekanisme penagihan, pelaporan berkas, hingga penghentian layanan jika ditemukan pelanggaran. OJK berwenang menetapkan batas biaya ekonomi demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan persaingan usaha yang sehat.

POJK 32 Tahun 2025 telah berlaku sejak 15 Desember 2025. Dengan aturan ini, OJK berharap industri Paylater dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi inklusi keuangan nasional tanpa mengorbankan keamanan masyarakat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya