Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Saifullah Yusuf (Foto: Instagram @sektetaris.kabinet)

Politik

Pemerintah Beri Santunan Rp15 Juta untuk Korban Meninggal Bencana Sumatera

KAMIS, 25 DESEMBER 2025 | 09:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korban jiwa akibat bencana alam di Sumatera akan menerima santunan sebesar Rp15 juta dari pemerintah melalui Kementerian Sosial

Kabar itu diungkap melalui unggahan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, seperti dilihat Kamis, 25 Desember 2025. 

Dalam unggahan itu, Seskab Teddy Indra Wijaya membagikan momen pertemuannya dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.


Ia mendapat laporan bahwa santunan yang disiapkan pemerintah untuk korban meninggal akibat bencana Sumatera mencapai Rp15 juta perorang. Sementara korban luka berat akan diberi Rp5 juta.

“Santunan berupa untuk korban jiwa Rp15 juta, untuk korban luka berat Rp5 juta,” tulis Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, seluruh dana santunan akan langsung dibagikan oleh Kementerian Sosial berdasarkan data serta persetujuan dari masing-masing bupati atau wali kota di daerah terdampak.

Selain santunan korban jiwa dan luka berat, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga terdampak dan pengungsi di Sumatera. 

Setiap kepala keluarga akan menerima bantuan minimal Rp8 juta dengan rincian Rp3 juta untuk isian rumah dan Rp5 juta untuk pemulihan ekonomi.

“Dana tersebut di luar bantuan beras 10 kilogram per bulan dan uang lauk pauk Rp300 ribu hingga Rp450 ribu per bulan,” lanjut Teddy.

Pemerintah juga memastikan dukungan lanjutan berupa pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta pemberian uang tunggu hunian sebesar Rp600 ribu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu, 24 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah dan kini mencapai 1.129 jiwa, dengan penambahan 17 korban dalam satu hari. 

Korban terbanyak berasal dari Aceh Utara, disusul wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Sumatera Barat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya