Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Global

AS Larang Penjualan Drone Buatan Luar Negeri, DJI Paling Terpukul

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 12:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi melarang penjualan drone buatan luar negeri beserta komponen pentingnya. Produsen asal China DJI (Da-Jiang Innovations) menjadi perusahaan yang paling terdampak.

Keputusan ini diumumkan oleh Federal Communications Commission (FCC) setelah sejumlah lembaga keamanan AS menilai bahwa drone dan komponen penting yang diproduksi di luar negeri menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional. Penilaian tersebut menjadi dasar dimasukkannya drone asing ke dalam daftar perangkat yang dibatasi.

Ketua FCC, Brendan Carr, menjelaskan langkah ini melalui unggahan di platform X. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan penetapan keamanan nasional oleh cabang eksekutif pemerintah AS.


“Hari ini, berdasarkan penetapan keamanan nasional oleh cabang eksekutif, FCC menambahkan drone (UAS) buatan luar negeri dan komponen pentingnya ke dalam Covered List. Presiden Trump telah menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengamankan wilayah udara AS dan mendorong dominasi drone buatan Amerika," tulis Carr, dikutip dari GSM Arena, Rabu 24 Desember 2025.

Carr juga menekankan bahwa kebijakan ini tidak bersifat retroaktif. Artinya, drone yang sudah dimiliki konsumen tetap boleh digunakan, dan penjualan unit yang sebelumnya telah disetujui FCC masih diperbolehkan.

“Tindakan FCC hari ini tidak memengaruhi kemampuan konsumen untuk terus menggunakan drone yang telah mereka beli sebelumnya, dan tidak melarang pengecer menjual model yang sudah mendapat persetujuan,” lanjut Carr dalam cuitannya.

Larangan ini hanya berlaku untuk model baru ke depan. Selain itu, masih ada kemungkinan pengecualian jika Departemen Pertahanan (Department of War) atau Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security) menyatakan bahwa drone atau komponen tertentu tidak menimbulkan risiko keamanan.

Di sisi lain, DJI menolak keras tudingan bahwa produknya membahayakan keamanan. Perusahaan asal Tiongkok itu menyatakan bahwa drone mereka telah melalui berbagai evaluasi ketat.

DJI menyebut produknya sebagai “salah satu yang paling aman di pasaran”, didukung oleh peninjauan bertahun-tahun oleh lembaga pemerintah AS dan auditor independen. Mereka juga menilai kekhawatiran soal keamanan data tidak didukung bukti, dan lebih mencerminkan sikap proteksionisme yang bertentangan dengan prinsip pasar bebas.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya