Berita

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid. (Foto: Tim Media PKS)

Politik

Sinergi Relawan-Aparat Percepat Penanganan Bencana Sumatera

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran relawan di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera dengan mengedepankan sinergi dan kerja sama erat bersama TNI-Polri, BNPB, dan Basarnas terbukti efektif.

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa kehadiran relawan PKS di lapangan sejak awal diarahkan untuk membantu dan memperkuat kerja aparat negara, bukan berjalan sendiri.

“Kami menempatkan diri sebagai mitra yang bersinergi dengan TNI-Polri dan BNPB, mengikuti sistem komando dan kebutuhan di lapangan, agar setiap langkah benar-benar berdampak bagi warga terdampak,” ujar Kholid dalam keterangannya, Rabu, 24 Desember 2025.


Di beberapa wilayah terdampak, seperti Tanah Datar dan Padang Panjang di Sumatera Barat, relawan PKS berkoordinasi dengan unsur TNI dan BNPB dalam pendistribusian logistik ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Sementara itu, di kawasan lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, relawan PKS bekerja berdampingan dengan personel TNI dan BNPB dalam membantu proses evakuasi warga, penataan posko pengungsian, serta pendampingan kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Relawan kami juga membantu kerja-kerja pendukung di posko, dapur umum, dan layanan sosial lainnya. Hal-hal ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk menopang kerja teknis TNI dan BNPB di lapangan,” lanjut Kholid.

Sinergi ini memungkinkan aparat negara lebih fokus pada tugas-tugas strategis dan teknis, sementara relawan membantu aspek sosial dan kemanusiaan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

“Kami meyakini bahwa penanganan bencana akan jauh lebih efektif ketika negara dan masyarakat sipil saling menguatkan. Relawan PKS berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja bersama TNI dan BNPB hingga masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana benar-benar tuntas,” tegas Kholid. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya