Berita

Kementerian Agama meluncurkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) (Foto: Kemenag)

Nusantara

6.919 Masjid Jadi Rumah Istirahat Aman bagi Pemudik Nataru

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 11:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

Program ini diluncurkan di Masjid Jami’ An-Nur, Karawang, Jawa Barat, Selasa 24 Desember 2025 dan dihadiri jajaran Kemenag, TNI-Polri, dan Kementerian Perhubungan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang kemanusiaan yang melayani semua pihak. Ia mengimbau pengelola masjid menyediakan layanan terbaik, termasuk minuman hangat, untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik.


“Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya,” kata Menag, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 24 Desember 2025.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan, Nataru memiliki dimensi keagamaan sekaligus sosial. Pembukaan masjid untuk musafir adalah praktik keagamaan yang bernilai luhur, menegaskan toleransi dan kerukunan dalam tindakan nyata.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menambahkan, program Masjid Ramah Pemudik menegaskan bahwa masjid melayani seluruh warga, termasuk nonmuslim, sebagai wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin. 

Konsep ini juga bagian dari kebijakan Masjid Ramah, yang mencakup ramah anak, lansia, perbedaan, lingkungan, dan ruang penyelesaian persoalan sosial.

“Masjid sebagai tempat istirahat yang aman, bersih, dan nyaman menjadi kunci menekan angka kecelakaan lalu lintas,” tutup Arsad.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya