Berita

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (Dokumen pribadi)

Politik

Saleh Daulay Dukung Prabowo Bentuk Tim Arsitektur Perkotaan

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 09:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim arsitektur perkotaan perlu diapresiasi. Program tersebut dinilai sangat baik terutama dalam menjawab berbagai isu perkotaan dan kependudukan masa kini.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan resminya yang diterima wartawan, Selasa, 24 Desember 2025.

Saleh menilai banyak kota di Indonesia berkembang tidak sesuai rencana awal karena lemahnya kendali pemerintah, sehingga arah pembangunan kerap ditentukan oleh kepentingan pemilik modal. Akibatnya, berbagai penyimpangan tata kota sulit dihindari. Mulai dari tingkat kepadatan penduduk, kemacetan, lapangan pekerjaan, patologi sosial, hingga berbagai prolebmatika kehidupan sosial yang semua itu berawal dari tata kota dan distribusi kekayaan alam. 


“Kalau di luar negeri, pemerintahnya dengan sengaja menata kota sejak awal berdiri. Tidak serta merta jadi sempurna. Perlu waktu yang lama dengan segala perkembangan yang melintasinya,” kata Saleh.

Saleh mempersilakan publik untuk membaca cerita kota-kota di benua Amerika, Eropa, Australia, dan negara-negara maju lainnya. Menurutnya, semua kota pasti memiliki sejarah dan keunikannya sendiri-sendiri. Bahkan tak sedikit cerita menarik terkait pengorbanan heroik di antara kisah dan cerita itu.

“Kota di Indonesia pun sebetulnya memiliki cerita. Bedanya, cerita di Indonesia kadang tidak sesuai skenario awal. Ada banyak penyimpangan di tengah jalan,” kata mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Saleh menyebut, tidak heran jika banyak alur ceritanya yang lari dari hakikat awal cerita. Terkadang, yang menentukan alur cerita tidak lagi pemerintah dan para pengambil kebijakan. Sangat sering malah justru diambil oleh para pengusaha dan pemilik modal.

Atas kondisi itu, Saleh berpandangan bahwa Presiden Prabowo Subianto hendak memperbaiki semua itu. Oleh karenanya, rencana pembentukan tim arsitektur perkotaan pasti tidak akan mudah dalam melaksanakan tugasnya.

Agar rencana tersebut bisa berjalan maksimal, Saleh menyarankan pemerintah daerah intensif berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Semua rencana yang disepakati harus dilaksanakan secara merata dan bersama-sama. 

“Kalau dilaksanakan secara parsial, dikhawatirkan tidak akan berhasil sebagaimana diharapkan. Apalagi, ada banyak kasus, pemerintah daerah justru tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya di daerah. Dalam konteks ini, mereka tentu sangat memerlukan arahan dan bantuan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berharap setiap ibu kota provinsi hingga kabupaten/kota memiliki tim arsitektur yang mampu membantu kepala daerah menyusun masterplanpembangunan kawasan perkotaan. 

Menurut Prabowo, perencanaan kota yang bersih, indah, dan asri akan memberi dampak besar, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mewujudkan wajah Indonesia yang lebih tertata dan menarik di mata dunia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya