Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi KPI)

Bisnis

Kilang Pertamina Gandeng Mitra Internasional Kembangkan Teknologi WSA

RABU, 24 DESEMBER 2025 | 03:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.  

Salah satu caranya dengan menjalin kerja sama dengan dengan tiga mitra internasional, yakni Sumisaujana TCM Chemicals Sdn Bhd dan SPCI HELM dari Malaysia, serta Topsoe A/S dari Denmark. 

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Grha Pertamina, Jakarta pada Jumat, 19 Desember 2025.


Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menyampaikan bahwa project ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menjajaki potensi pengembangan proyek Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) di Refinery Unit KPI di Indonesia.

"Saat ini industri energi tengah menghadapi tuntutan besar untuk melakukan dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi energi. Teknologi WSA merupakan salah satu jawaban dari tantangan tersebut, karena mampu mengubah gas buang dari proses kilang–yang mengandung acid gas menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi. Produk ini sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri hilir di Indonesia, seperti industri pupuk, kimia dasar, pertambangan, metalurgi, hingga petrokimia," kata Taufik dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.

"Melalui kolaborasi yang saling menguntungkan, kami berkomitmen menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” sambungnya.

Lanjut Taufik, selain menghasilkan produk komersial bernilai tinggi, WSA juga menghasilkan energi panas dari proses konversi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap (steam), sehingga meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi secara signifikan.

Taufik menambahkan, kerja sama ini akan dijalankan dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT), di mana para mitra akan bersama-sama mengevaluasi kelayakan teknis dan komersial proyek. Topsoe akan berperan sebagai penyedia teknologi (licensor), sementara SPCI HELM akan menjadi calon pembeli (offtaker) produk asam sulfat yang dihasilkan. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif sekaligus CEO Sumisaujana, Encik Norazlam Bin Norbi menyambut baik terjalinnya kerja sama ini.

“Dengan menjalin kerja sama dengan KPI, TOPSOE, dan SPCI HELM, kami dapat bersama-sama menilai kelayakan teknis dan komersial dari konversi gas asam kilang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung kinerja lingkungan yang lebih baik melalui pendekatan limbah menjadi nilai,” tandas Encik Norazlam.


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya