Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

DXY Melemah, tapi Perkasa di Asia

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 09:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York, berakhir melemah terhadap sejumlah mata uang dunia. 

Pada perdagangan Senin 22 Desemer 2025 waktu setempat, indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, mengalami penurunan sebesar 0,4 persen ke level 98,3. 

Pelemahan ini dipicu oleh kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang mulai memangkas suku bunga, serta peringatan keras dari pemerintah Jepang.


Yen berhasil menguat 0,5 persen terhadap Dolar AS. Hal ini terjadi setelah pejabat tinggi Jepang memperingatkan akan melakukan intervensi pasar jika Yen terus melemah secara drastis. Meski Bank of Japan (BOJ) sudah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 30 tahun (0,75 persen), pasar awalnya masih ragu sebelum akhirnya terjadi aksi beli kembali Yen.

Yen Jepang masih dibayangi risiko rencana belanja besar pemerintah Jepang yang mencapai rekor 120 triliun Yen. Fokus pasar kini tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan pada 25 Desember mendatang untuk melihat arah kebijakan ekonomi selanjutnya.

Euro menguat 0,4 persen ke level 1,1753 Dolar AS. Penguatan ini terjadi karena Bank Sentral Eropa (ECB) memilih untuk menahan suku bunga dan tidak akan menurunkannya dalam waktu dekat.

Poundsterling juga menguat 0,6 persen ke level 1,3458 Dolar AS. Sepanjang tahun 2025, mata uang Inggris ini telah mencatat kenaikan total hampir 7 persen terhadap Dolar.

Pelemahan Indeks DXY saat ini menjadi napas lega bagi mata uang lain seperti Yen, Euro, dan Poundsterling, seiring dengan berakhirnya era suku bunga tinggi di Amerika Serikat. 

Sementara itu, Dolar AS menunjukkan kekuatan yang cukup dominan terhadap mata uang Rupiah. Saat ini, Rupiah berada di level Rp16.777 per Dolar AS, melemah sebesar 0,16 persen atau turun 27 poin, pada perdagangan Senin sore.

Yuan China juga melemah 0,06 persen ke level 7.0370.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya