Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas dan Perak Melonjak, Sentuh Rekor Baru

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari 2 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. 

Lonjakan ini dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Kenaikan ini juga diikuti oleh harga perak yang ikut menyentuh rekor tertinggi.

Harga emas spot naik 2,2 persen ke level 4.434,26 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin 22 Desember 2025 waktu setempat. 


Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor intraday di 4.441,92 Dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Februari ditutup menguat 1,9 persen ke 4.469,40 Dolar AS per ons.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan “blokade” terhadap kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan keluar-masuk Venezuela. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik dan pasokan energi global.

Sentimen positif juga datang dari spekulasi kebijakan moneter AS. Trump disebut berpeluang menunjuk Ketua Federal Reserve yang baru paling cepat awal Januari, menggantikan Jerome Powell pada 2026. Pasar menilai calon pengganti tersebut berpotensi mendukung pemangkasan suku bunga, yang biasanya menguntungkan emas.

Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 69 persen, mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Kenaikan ini didorong oleh pembelian bank sentral, arus dana aset aman, serta ekspektasi suku bunga rendah.

Harga logam lainnya juga menguat. Perak spot naik 1,9 persen ke 68,40 Dolar AS per ons dan sempat menyentuh rekor di 69,44 Dolar AS per ons. Secara tahunan, harga perak melonjak lebih dari 136 persen. 

Harga platinum melonjak 5,4 persen ke 2.079 Dolar AS per ons, tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara paladium naik 2,1 persen ke 1.748,84 Dolar AS per ons.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya