Berita

Acara FDII 2025 di Gedung Kesenian Palembang. (Foto: RMOLSumsel/Ist)

Nusantara

FDII 2025 Angkat Kisah Rempah Kenang Kejayaan Nusantara

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 06:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kisah pala, cengkeh, dan lada mengalir dari panggung Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2025 melalui program Main Riang Roadshow bertema “Kisah Rempah” yang digelar di Gedung Kesenian Palembang, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, berharap FDII menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap tradisi budaya. 

“Khususnya tradisi tutur yang kini mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasir dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Minggu malam, 21 Desember 2025


FDII 2025 merupakan hasil kolaborasi Ayo Dongeng Indonesia, Sekolah Murid Merdeka, Dewan Kesenian Palembang, dan Teras Dongeng, dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI serta Dinas Kebudayaan Kota Palembang.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Septa Marus, yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Kgs. Sulaiman Amin. Dalam sambutannya, Septa menekankan pentingnya menanamkan kesadaran dan kecintaan terhadap tradisi serta budaya lokal sejak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Palembang, Maulida Ninik, serta jajaran pengurus DKP, di antaranya Fadly Lonardo, Irfan Kurniawan, Inug, Heri Mastari, Hasan, Mohamad, dan Joko Susilo.

Sejumlah pendongeng nasional dan lokal tampil bergantian membawakan cerita rakyat dan sejarah rempah dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak. Mereka antara lain Kak Aio, Kak Budi Baik Budi, Kak Hendra, Kak Andra, Kak Inug, Kak Tiwi, dan Kak Monik.

Penampilan Akifa, pendongeng cilik asal Palembang, menjadi salah satu daya tarik utama. Ekspresi lugu dan gaya bertutur yang menggemaskan membuat anak-anak maupun orang tua tampak antusias mengikuti setiap cerita.

Pendongeng Palembang, Kak Inug, menilai tema rempah sangat relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda.

“Rempah adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Nusantara. Lewat dongeng, anak-anak bisa belajar sejarah dan nilai budaya tanpa merasa digurui,” ujarnya.

Selain sesi dongeng, festival ini juga menghadirkan workshop kreatif, permainan keluarga interaktif, serta pertunjukan seni yang menekankan proses belajar dan pengembangan kreativitas anak.

Nuansa lokal semakin kuat melalui penampilan seni tutur Dulmuluk ramah anak dari Sanggar Harapan Jaya. Seniman Palembang Jonhar Saad dan Randi Putra Ramadhan membawakan kisah Dulmuluk bertema jejak rempah, yang memperkaya pengalaman budaya peserta.

Sebagai agenda tahunan Ayo Dongeng Indonesia, FDII 2025 bertema “Kisah Rempah” menjadi upaya menelusuri kembali cerita rakyat dan sejarah rempah Nusantara.


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya