Berita

Direktur Eksekutif GREAT Institute, Dr. Sudarto. (Foto: RMOL)

Bisnis

GREAT Institute: Perluasan Indeks Alfa Harus Jamin UMP 2026 Naik

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 19:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

GREAT Institute angkat topi atas langkah pemerintah dalam merumuskan formula penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, terutama keputusan memperlebar rentang indeks tertentu atau alfa, dari sebelumnya sempit kini menjadi 0,5 hingga 0,9.

Direktur Eksekutif GREAT Institute, Dr. Sudarto menilai perluasan alfa tersebut sebagai sinyal keberpihakan pemerintah kepada buruh. Namun ia mengingatkan keberpihakan jangan berhenti di atas kertas.

"Keputusan Presiden Prabowo memperluas alfa hingga 0,9 patut diapresiasi. Tapi pemerintah wajib memastikan output akhirnya menghasilkan kenaikan UMP 2026, minimal setara, atau lebih tinggi dari tahun lalu," kata Sudarto, dalam keterangannya, Jumat, 19 Desember 2025.


Berdasarkan simulasi GREAT Institute, terdapat sedikitnya sepuluh provinsi yang meski menggunakan alfa tertinggi 0,9, tetap berpotensi mencatat kenaikan UMP di bawah kenaikan tahun 2025 sebesar 6,5 persen. Temuan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah.

Sudarto menilai, Presiden Prabowo telah berupaya meningkatkan porsi kontribusi tenaga kerja dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Namun formulasi kebijakan harus benar-benar berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat, bukan sekadar angka statistik.

Senada, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Adrian Nalendra Perwira menilai rentang alfa 0,5–0,9 secara ekonomi merupakan koreksi yang masuk akal. Kebijakan ini dinilai lebih mencerminkan kontribusi riil tenaga kerja terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan alfa yang lebih tinggi, kata Adrian, transmisi pertumbuhan ekonomi ke pendapatan rumah tangga akan berlangsung lebih cepat. Efek lanjutannya, konsumsi agregat bisa terdorong sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Namun Adrian mengingatkan, kenaikan upah nominal tidak boleh dilepas begitu saja. Peningkatan produktivitas tenaga kerja harus berjalan seiring agar biaya produksi tidak melonjak dan memicu inflasi dari sisi penawaran.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan pendukung, mulai dari pengendalian inflasi, pengurangan beban biaya usaha, hingga penciptaan iklim usaha yang sehat. Tanpa itu, kenaikan upah justru berisiko berujung pada pemutusan hubungan kerja.

“Pemerintah harus menjaga keseimbangan. Upah boleh naik, ekonomi harus tumbuh. Tapi beban pungutan terhadap dunia usaha juga wajib dikurangi,” pungkas Adrian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya