Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 18 Desember 2025. (Foto: Humas Kemenkop)

Bisnis

Kopontren Jalin Kemitraan dengan Kopdes Merah Putih

KAMIS, 18 DESEMBER 2025 | 15:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. 

Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 18 Desember 2025. 

Menurut Ferry, Kopontren memiliki peran strategis sebagai mitra Kopdes/ Kel Merah Putih, baik dalam pengembangan usaha bersama, penguatan jejaring distribusi, maupun dukungan pembiayaan yang sehat. 


“Kopontren hadir sebagai motor penggerak tata kelola dan manajemen koperasi, sebagai contoh bahwa koperasi dapat dikelola secara rapi, disiplin, dan berkelanjutan,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Menkop menyoroti pentingnya pengembangan Kopontren berbasis produksi untuk kemudian hasil produksi dari Kopontren dapat didistribusikan melalui Kopdes/Kel Merah Putih. Dengan kemitraan dan sinergi yang erat tersebut, Kopontren dan Kopdes/Kel Merah Putih dapat tumbuh secara bersamaan.

“Saya ingin ini dijadikan sebagai salah satu pembahasan untuk pengembangan Kopontren di Jawa Tengah. Nanti akan kita kelompokkan, misalnya Kopontren mana yang produksi kecap, mana yang bikin sabun, dan lainnya,” ungkapnya.

Acara dihadiri Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, serta ratusan pelaku Kopontren dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Sebagai upaya mewujudkan misi besar dalam pengembangan basis usaha Kopontren, Menkop Ferry mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) secara aktif melakukan pendampingan, inkubasi hingga  memberikan dukungan pembiayaan.

"Nanti kita akan buat klasternya, LPDB mendampingi, diinkubasi, dan kemudian dibiayai sehingga hasil produksinya bisa dijual,” jelasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya