Berita

Ilustrasi: SPPG Tanah Sereal. (Foto: Dokumentasi Badan Komunikasi Pemerintah)

Bisnis

SPPG Punya Peran Stabilkan Harga Komoditas Pangan yang Bergejolak

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 17:56 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan untuk menggunakan komoditas pangan yang sedang mengalami gejolak harga. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.

Menurut Dadan, jika suatu komoditas pangan mengalami penurunan harga akibat kelebihan produksi, SPPG akan menyerap komoditas tersebut sebagai bahan baku dalam menu MBG. Dengan demikian, SPPG dapat membantu menstabilkan harga di tingkat petani.


"Saya kira nanti di daerah-daerah bagi yang mendapat tekanan harga dan ada tidak laku, tinggal diinformasikan ke Badan Gizi supaya kita bisa instruksikan ke SPPG agar kita bisa stabilkan harga karena kapasitas pembelian SPPG cukup masif, Pak," tegas Dadan dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.

Dadan merinci bahwa pembelian bahan pangan oleh SPPG terbilang sangat masif. Untuk satu porsi menu MBG, SPPG setidaknya membutuhkan 200 kilogram beras, 350 kilogram sayur, 150 sisir pisang (setara 15 pohon pisang) sebagai buah, serta pasokan ikan lele dari dua kolam atau sedikitnya 3.000 ekor lele untuk menu protein tiap siswa.

"Betapa masifnya program makan bergizi dan saya kira sekarang sudah dirasakan oleh masyarakat banyak petani-petani pemuda yang sudah mulai beraktivitas di daerah masing-masing meningkatkan produktivitas wilayah," ucap Dadan.                    
“Kalau permintaan akan telur sama ayam terlalu tinggi, kami bisa memberikan instruksi kepada SPPG agar menggunakan protein lain, contohnya bulan ini adalah bulan ikan maka kita anjurkan agar lebih banyak menggunakan ikan," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya