Berita

Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Search and Rescue (SAR) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). (Foto: RMOLJateng/Istimewa)

Nusantara

Muhammadiyah Tolak Proyek Geothermal Gunung Lawu, Ini Alasannya

MINGGU, 14 DESEMBER 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keselamatan warga mendorong Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan sikap menolak rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sikap tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas saat menghadiri pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Search and Rescue (SAR) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Kecamatan Jenawi, Karanganyar. 

Menurut Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, David Effendi, PP Muhammadiyah menilai proyek geothermal berpotensi membawa risiko ekologis serius serta mengabaikan aspek perlindungan masyarakat lokal.


Busyro, ucap David, mengingatkan bahwa berbagai proyek berskala besar yang diklaim ramah lingkungan kerap menyisakan persoalan panjang.

Ia menilai, narasi kepentingan energi nasional tidak boleh menutup mata terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul di wilayah rawan bencana.

“Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan, proyek energi yang masuk ke kawasan pegunungan seringkali memicu kerusakan ekosistem dan konflik sosial,” ujar David saat dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu, 14 Desember 2025.

Lajut dia, pengembangan panas bumi tidak bisa dilepaskan dari karakter industri ekstraktif.

Proses eksplorasi dan pembangunan infrastruktur dinilai berpotensi merusak kawasan hutan serta meningkatkan kerentanan bencana, terutama di lereng gunung yang memiliki kondisi geografis sensitif.

Dalam pertemuan dengan warga dan kader Muhammadiyah di Jenawi, Busyro juga mendorong masyarakat agar tidak pasif menyikapi rencana proyek tersebut.

Ia menekankan pentingnya sikap kritis dan keberanian untuk menolak kebijakan yang dianggap mengancam ruang hidup dan keselamatan bersama.

Selain itu, Busyro menyoroti lemahnya transparansi dalam perencanaan proyek. Dimana m banyak warga di sekitar desa Anggrasmanis belum memperoleh informasi yang memadai, meski proyek disebut telah masuk tahapan lelang secara administratif.

“Ini menunjukkan partisipasi publik masih sangat minim. Kebijakan energi semestinya tidak diputuskan tanpa melibatkan masyarakat yang akan menanggung dampaknya,” tegas David.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya