Berita

Kepala BPKH, Fadlul Imansyah. (Foto: RMOL/Yudhistira Wicaksono)

Politik

Tak Hanya Andalkan Surat Berharga, BPKH Fokus Investasi di Ekosistem Haji

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 22:34 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Upaya menjaga efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengalihkan sebagian strategi investasinya dari instrumen surat berharga ke ekosistem yang langsung terkait dengan layanan haji dan umrah.

Penegasan itu disampaikan Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, usai menghadiri Milad ke-8 BPKH bertema Boosting Trust, Building The Future di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025

Ia menegaskan bahwa mandat BPKH tetap berpijak pada UU 34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.


“Tujuan utamanya agar biaya penyelenggaraan ibadah haji bisa lebih efisien, efektif, bermanfaat bagi jemaah, dan tetap terjangkau,” ujar Fadlul.

Ia menjelaskan, pembahasan dengan Komisi VIII DPR memperkuat dorongan agar BPKH mempercepat investasi berkelanjutan di sektor yang langsung bersentuhan dengan layanan haji dan umrah. Langkah itu dinilai lebih menjanjikan dibanding hanya mengandalkan surat berharga.

“Kalau kita hanya bergantung kepada surat berharga, dengan kondisi suku bunga yang rendah saat ini, kelihatannya target double digit tidak akan tercapai,” jelasnya.

Menurut Fadlul, investasi BPKH di ekosistem haji memberi dampak ganda, yakni menjaga efisiensi biaya haji sekaligus meningkatkan nilai manfaat bagi jemaah.

“Selain untuk menjaga biaya penyelenggaraan ibadah haji, investasi di ekosistem perhajian secara nilai manfaat pasti memberikan hasil yang lebih baik karena ini captive market,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi pertumbuhan nilai manfaat terbilang stabil dengan jumlah jemaah haji mencapai 220 ribu orang per tahun dan hampir 2 juta jemaah umrah.

Melalui BPKH Limited di Arab Saudi, BPKH turut memperluas peran dalam ekosistem perhajian global, termasuk perhotelan, akomodasi, katering, dan layanan pendukung haji, yang diharapkan memberikan nilai manfaat jangka panjang.

“Insya Allah secara imbal hasil bisa meningkat dan bermanfaat bagi jemaah,” demikian Fadlul.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya