Berita

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion. (Foto: dokumen Fraksi PKB)

Politik

DPR: Toba Pulp Harus Diaudit Total, Tak Cukup Dihentikan Sementara

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 18:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah pemerintah menghentikan sementara produksi, pemanenan hutan tanaman industri (HTI), dan pengangkutan kayu PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL/INRU) diminta harus jadi langkah pemanasan. Dan, harus jadi pintu masuk untuk membongkar habis praktik perusahaan yang dituding bikin hutan jebol dan ekosistem kacau balau.

"Saya mendukung penghentian sementara. Tapi jangan berhenti di situ. Pemerintah wajib audit total PT TPL," sentil Anggota Komisi XIII DPR, Mafirion, kepada wartawan, Jumat 12 Desember 2025.

"Bencana banjir dan longsor di mana-mana itu konsekuensi eksploitasi hutan yang ugal-ugalan. Alam sudah kehilangan keseimbangan," tambahnya.


DPR sendiri sedang memproses pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kementerian HAM untuk mendalami dugaan pelanggaran HAM PT TPL terhadap masyarakat adat Tano Batak.

Sebelumnya, Selasa 9 Desember lalu, perwakilan masyarakat adat Tano Batak bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil curhat ke Komisi XIII. Mereka melaporkan perampasan tanah adat, intimidasi, sampai konflik yang tak kunjung reda bertahun-tahun.

Bagi Mafirion, persoalan TPL bukan cuma soal lingkungan rusak. Ada urusan kemanusiaan yang ikut tergerus.

“Negara tidak boleh membiarkan masyarakat adat terus jadi korban,” tegasnya.

Polikus PKB ini juga menegaskan pemerintah jangan cuma galak ke TPL. Izin sawit, tambang, dan proyek lain yang berpotensi merusak hutan dan daerah aliran sungai harus ikut ditelisik.

“Evaluasinya jangan sepotong-sepotong. Semua izin yang bersentuhan dengan hutan dan sungai harus dibongkar ulang. Pengelolaan sumber daya alam jangan mengorbankan keselamatan rakyat,” tekan Mafirion.

Legislator PKB ini juga menyentil konsep Hutan Tanaman Industri (HTI) ala TPL yang dinilai sudah basi. Menebang hutan alam lalu diganti eucalyptus dianggap tidak masuk akal di tengah krisis ekologis.

“Pemberian konsesi HTI harus dievaluasi total. Sengketa tanah adat maupun perorangan harus diselesaikan biar konflik tidak terus meledak,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya perlindungan kawasan resapan air, DAS, dan area sensitif, terutama di kawasan Danau Toba yang punya fungsi ekologis vital.

“Ke depan, HTI jangan lagi menebang hutan alam. Fokusnya restorasi. Tanami lahan gundul, eks-HPH, eks-tambang, dan lahan kritis lainnya. Itu PR kita yang paling nyata,” tutup Mafirion.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya