Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Tertekan setelah The Fed Turunkan Suku Bunga

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York melemah signifikan terhadap mata uang utama, termasuk Euro, Franc Swiss, dan Yen Jepang, pada penutupan perdagangan Rabu 10 Desember 2025 Waktu setempat. 

Pelemahan ini terjadi setelah Federal Reserve mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sebuah langkah yang telah diantisipasi secara luas oleh pasar.

Keputusan ini menuai tiga suara dissent yang mencerminkan perpecahan pandangan di antara para pengambil kebijakan.


Meskipun pemangkasan suku bunga sudah diperkirakan, pelemahan Dolar semakin terakselerasi oleh pernyataan Ketua Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers. Powell secara tegas menyatakan bahwa langkah berikutnya tidak mungkin berupa kenaikan suku bunga dan potensi kenaikan tidak tercermin dalam proyeksi terbaru komite.

Federal Open Market Committee ( FOMC ) mengisyaratkan kemungkinan jeda kebijakan pada pertemuan Januari, dengan menyatakan akan "menilai secara seksama data yang masuk" sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut, seperti dilaporkan Reuters.  

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan masih hanya melihat satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, tidak berubah dari proyeksi September.

Reaksi pasar berlangsung cepat: Dolar langsung melemah terhadap mata uang utama, mencerminkan kejutan terhadap tone pernyataan Powell yang dianggap memberikan ruang bagi pelonggaran lebih lanjut.

Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,6 persen menjadi 98,66.

Dolar melemah 0,8 persen terhadap Franc Swiss ke posisi 0,8000 Franc. Dolar juga melemah 0,6 persen terhadap Yen Jepang menjadi 155,92 Yen. Euro menguat 0,6 persen terhadap Dolar, mencapai 1,1691 Dolar AS.

Dolar juga terbebani oleh sentimen investor yang terus memangkas ekspektasi risiko resesi di AS, didukung oleh data ekonomi lemah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya