Berita

Arya Daru Pangayunan. (Foto: repro infobank)

Hukum

Fakta Kematian Diplomat Arya Daru Makin Janggal: Sidik Jari Misterius, Lakban Digunting

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 06:49 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan makin diselimuti tanda tanya. Penasihat hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, membongkar kejanggalan demi kejanggalan yang ia temui langsung dalam audiensi dengan Polda Metro Jaya, akhir November lalu.

Salah satu yang paling mengusik adalah temuan empat sidik jari di lakban yang melilit kepala korban. Namun, kata penyelidik, hanya satu yang disebut teridentifikasi sebagai milik korban sementara tiga lainnya dinyatakan rusak karena cuaca.

"Saya tanyakan kok dalam tempus lokus yang sama satu bisa teridentifikasi tiga tidak bisa. Terus jawab, 'oh, mungkin itu kehapus'. Bahkan seorang penyidik sempat mencontohkan 'kalau kita pegang botol Aqua karena permukaan itu plastik, kita lap saja hilang sidak jari," tutur Nicholay.


Mendapat jawaban demikian, Nicholay menanyakan kepada ahli sidik jari melalui pesan WhatApp. Jawabannya bekas sidik jari tidak mungkin hilang begitu saja hanya karena cuaca kecuali pelaku memakai sarung tangan. 

"Teman saya yang ahli sidik jari di luar negeri bilang sidik jari tidak akan bisa hilang kecuali dengan obat kimia. Tetap ada, masih tertinggal kecuali pakai sarung tangan," tambahnya.

Kejanggalan berikutnya adalah lakban yang digunting saat olah TKP. Nicholay mempertanyakan siapa yang memberi perintah pemotongan itu dan untuk apa. Sebab, lakban seharusnya menjadi barang bukti utama untuk mengungkap penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya partikel napas korban.

Dokter forensik juga disebut menerima jenazah dalam kondisi lakban sudah terbuka. Artinya, potensi bukti biologis yang bisa mengungkap apakah korban masih bernapas saat dilakban diduga sudah hilang.

“Ini fatal dalam pengungkapan perkara,” kata Nicholay dalam sebuah podcast dikutip RMOL, Kamis, 11 Desember 2025.
Tak berhenti di situ, CCTV kos juga dipersoalkan. Polisi sebelumnya menyebut pintu kamar korban tertutup dan dibuka kembali dengan kartu akses. Namun setelah diputar ulang, terlihat pintu hanya didorong dengan tangan. Fakta ini membuka peluang masuknya orang lain saat korban keluar membuang sampah.

Nicholay menyebut korban juga ditemukan memiliki luka memar di beberapa bagian tubuh, termasuk dada dan tangan. Menurutnya, ini menandakan adanya perlawanan fisik sebelum korban tewas.

“Kalau bunuh diri dari mana datangnya luka akibat benda tumpul?” tegasnya.

Lebih jauh, muncul pula fakta soal dua penghuni kos baru yang hanya dua bulan tinggal, lalu menghilang setelah kejadian. Anehnya, menurut Nicholay, hal ini tidak digali secara serius oleh penyelidik.

Dengan semua rangkaian kejanggalan itu, Nicholay menilai penyelidikan selama ini belum menyentuh inti persoalan.

"Ini seperti diseret ke arah bunuh diri, padahal buktinya mengarah ke pembunuhan," katanya.


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya