Berita

Anggota Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih. (Foto: Dok. Fraksi Golkar)

Bisnis

Inisiatif InfraCo jadi Jawaban Kesenjangan Infrastruktur Digital

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 20:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Inisiatif strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam pemisahan aset dan bisnis infrastruktur ke anak perusahaan InfraCo/TIF dinilai sebagai langkah krusial menjawab tantangan sektor teknologi digital di masa mendatang.

"Kesenjangan digital adalah masalah mendesak. Inisiatif pemisahan aset ini diharapkan dapat memberi dampak luas bagi masyarakat, terutama dalam memastikan pemerataan akses layanan optimal di seluruh pelosok negeri," kata Anggota Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Desember 2025.

Ia berujar, sektor ekonomi digital diperkirakan akan menjadi kontributor signifikan bagi perekonomian negara. Pengalihan pengelolaan bisnis infrastruktur Telkom ke InfraCo/TIF diharapkan menjadi salah satu katalis pertumbuhan ekonomi nasional.


"Dengan infrastruktur yang lebih terfokus dan efisien di bawah InfraCo/TIF, kita berharap tercipta ekosistem digital yang lebih kuat dan mampu mendukung lonjakan aktivitas ekonomi digital di berbagai daerah," lanjut Gde.

Salah satu harapan besar dari hadirnya InfraCo/TIF adalah terwujudnya kebijakan infrastructure sharing (berbagi pakai infrastruktur) yang lebih luas dengan operator telekomunikasi lainnya. Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki potensi dampak positif yang masif.

"Prinsip infrastructure sharing adalah kunci. Ini akan mendorong efisiensi industri secara signifikan, memungkinkan perluasan layanan lebih cepat, dan yang terpenting mempercepat pemerataan akses digital di seluruh Indonesia," ujar Gde.

Hal tersebut juga merupakan amanat Danantara dalam rangka penataan BUMN guna mengoptimalkan penyelenggaraan bisnis dan operasional grup korporasi BUMN.

Telkom dijadwalkan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 12 Desember 2025, dengan agenda penting terkait penguatan struktur bisnis dan inisiatif pemisahan infrastruktur melalui InfraCo/TIF.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya