Berita

Kantor Kementerian ESDM didemo pada Rabu, 10 Desember 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Kantor Menteri Bahlil Didemo: Pengerukan Mineral Abaikan Kemajuan Ekonomi Rakyat

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 14:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta didemo massa mengatasnamakan Barisan Solidaritas Masyarakat Lingkar Tambang Konawe Utara (Basmalaku) pada Rabu, 10 Desember 2025.

Dalam aksinya, massa mengkritik tata kelola pertambangan mineral di Konawe Utara yang dinilai belum menunjukkan korelasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar tambang.

“Selama puluhan tahun Konawe Utara menjadi penyumbang signifikan bagi rantai pasok nikel nasional. Namun indikator pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang tidak mengalami perubahan," kritik juru bicara Basmalaku, Uksal Tepamba.


Ia mengurai, ada kesenjangan struktural antara besarnya aktivitas ekstraktif dengan tingkat kemajuan sosial-ekonomi masyarakat lingkar tambang.

Hilangnya keseimbangan tersebut menunjukkan bahwa model pengelolaan sumber daya mineral di Konawe Utara cenderung berorientasi pada ekstraksi komoditas semata, bukan pada pembangunan berkelanjutan yang memasukkan variabel masyarakat, lingkungan, dan keadilan sosial sebagai fondasi utama.

"Ini adalah indikasi bahwa kebijakan pertambangan telah gagal mentransformasikan kekayaan alam menjadi kesejahteraan yang terdistribusi secara adil,” tambahnya.

Selain itu, ada beberapa hal yang mendasari demonstrasi Basmalaku yang juga dilakukan di kantor PT Antam Tbk Jakarta. Mulai dari minimnya keterlibatan masyarakat, kontraktor lokal, dan tenaga kerja lokal dalam kegiatan usaha pertambangan di Konawe Utara.

Ketidakjelasan pengawasan Kementerian ESDM terhadap pemenuhan kewajiban perusahaan, baik dari aspek sosial, lingkungan, maupun ekonomi. Basmalaku mengurai dari 35 IUP yang sudah RKAB tahun 2025 di Konawe Utara, tidak ada satupun yang patuh terhadap perintah UU Minerba khususnya penerapan pasal 124 tentang prioritas pemberdayaan kontraktor lokal.

Massa juga mengkritik transparansi seluruh pemilik IUP di Konawe Utara dalam tata kelola usaha pertambangan yang dinilai masih minim.

Atas dasar itu, massa mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mendorong kepatuhan seluruh pemilik IUP Konawe Utara agar menjalankan komitmen partisipasi kepada pelaku usaha kontraktor lokal untuk membangun ekonomi masyarakat secara bersama.

Menteri Bahlil juga diminta evaluasi mendalam terhadap seluruh IUP di Konawe Utara, termasuk peninjauan terhadap efektivitas CSR dan AMDAL serta pemenuhan komitmen sosial perusahaan.

"Kami juga mendorong Menteri ESDM mengambil langkah korektif dan memastikan ekstraksi pengelolaan pertambangan memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkeadilan," pungkas koordinator umum aksi, Hendrik Sao-Sao.

Dalam aksinya, Basmalaku diterima langsung oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Muh Pradana Indraputra. Kepada perwakilan aksi, ia berjanji untuk memfasilitasi pertemuan seluruh pemilik IUP di Konawe Utara dengan asosiasi IUJP Konawe Utara sebagai perwakilan kontraktor lokal serta pemberian IUP prioritas untuk UMKM.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya