Berita

Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: Tangkapan Layar KompasTV)

Publika

Wawancara Eksklusif di Tengah Bencana, Jokowi Jawab Kasus Ijazah Tak Berubah

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 12:15 WIB

TENTANG dugaan ijazah palsu, dalam wawancara eksklusif Joko Widodo alias Jokowi dengan KompasTV, tak ada yang berubah. 

Jokowi keukeuh dengan argumentasi yang dibangunnya sendiri seperti yang dikumandangkan kuasa hukumnya dan para relawannya hampir satu tahun terakhir. Tak ada solusi, kebijaksanaan, atau sikap kenegarawanan.

Ijazahnya yang lebih dulu dilaporkan ke Bareskrim dan yang menuduh dialah yang membuktikan. Satu.


Jokowi benar-benar lupa bahwa ijazahnya ini sudah pernah memenjarakan dua orang warga negara, tanpa pernah dibuka, apalagi diuji apakah benar-benar asli atau sebaliknya. Dan ingat, Jokowi memotong laporan masyarakat ke Bareskrim, dengan melaporkan balik pihak pelapor ke Polda Metro Jaya. Ini tak lazim, sebetulnya.

Hasilnya, sudah sama-sama kita ketahui. Laporan masyarakat di Bareskrim ditutup dan laporan Jokowi dan relawannya naik di penyidikan di Polda Metro Jaya. 

Sekarang, sudah ada delapan orang tersangka dan sudah dikenakan pula cekal selama enam bulan ke depan. Wajar masyarakat pun bertanya dengan proses hukum yang seperti itu. Apalagi pihak tersangka dan kuasa hukumnya.

Yang menerbitkan ijazah sudah mengakui ijazah Jokowi asli. Lalu apa lagi? Ini juga masih menjadi alasan Jokowi. Dua.

Tapi Jokowi juga lupa bahwa yang membuat orang ragu, justru apa yang dilakukannya sejak awal. Baik soal IPK-nya sendiri yang pernah dikatakan di bawah 2. Lalu soal Pak Kasmudjo dosen pembimbing skripsi atau akademik atau dua-duanya? 

Intinya, keraguan orang itu justru diproduksi oleh Jokowi sendiri, bukan orang lain. Wajar saja orang juga menuntut ia membuka saja ijazahnya.

Apalagi pihak UGM sendiri, meski sudah mengakui Jokowi alumni mereka, tapi selalu saja terlihat kesulitan giliran membuktikannya. 

Sesuatu yang mudah, kok sulit betul dibuktikan dan bertele-tele. Wajar juga Profesor Sosiologi Hukum UNJ, Ciek Julyati Hisyam justru meyakini ijazah Jokowi palsu, karena saking sulitnya dibuktikan hal yang sederhana.

Jokowi juga kembali mengatakan bahwa ada operasi politik dari pihak lain, yang dikatakan sebagai orang besar di balik kasus ijazahnya ini, untuk merendahkan reputasinya. Tapi ia tak mau mengatakan siapa, dan menganggap orang sudah tahu tanpa harus dikatakan. Tiga.

Padahal justru dengan membukanya dan membuktikan bahwa ijazahnya asli seperti yang dilakukan Arsul Sani semua akan berakhir dengan sendirinya. 

Tapi Jokowi tetap memilih institusi negara dan hakim di Pengadilan nanti yang harus membuktikannya. Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudahkan? Begitulah.

Yang paling penting juga diketahui, sebetulnya pihak mana yang meminta wawancara eksklusif antara Jokowi dan KompasTV, di tengah suasana bencana ini? Apakah pihak KompasTV atau pihak Jokowi sendiri? Ini juga menentukan keseluruhan dari isi wawancara itu sendiri. Ini yang terakhir.

Jokowi mau diwawancarai, tapi tidak mau live dan pertanyaan tak dibebaskan seperti yang pernah dilakukan Presiden Prabowo sebelumnya, itu juga menentukan apakah wawancara itu murni atau ada setting politik yang hendak mau diraih? 

Sebetulnya, ini yang paling sulit dijawab ketimbang jawaban Jokowi saat diwawancarai itu yang tak banyak berubah alias sudah basi.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya