Berita

Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi. (Foto: Dok Parlemen)

Politik

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Daerah Terdampak Bencana

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 10:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah cepat pemerintah dalam merespons bencana besar yang melanda Pulau Sumatera diapresiasi Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi.

Ia juga mendorong pemerintah menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional, mengingat besarnya jumlah korban, kerusakan infrastruktur, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. 

“Segala daya dan upaya dapat difokuskan untuk penanganan dan pemulihan jika statusnya ditingkatkan menjadi bencana nasional,” kata Purnamasidi lewat keterangan resminya, Rabu, 10 Desember 2025.


Di sisi lain, Dia menilai upaya Kemendikti Saintek dan BRIN sudah sesuai dengan harapan Komisi X, masyarakat, dan pihak terdampak, terutama pada fase darurat. 

“Yang dilakukan oleh kementerian merupakan hal yang diharapkan oleh Komisi X, segenap masyarakat, dan pihak yang terdampak bencana, terutama di masa darurat, karena itu merupakan kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Pemerintah perlu menyiapkan rencana pemulihan komprehensif, mulai dari jangka pendek (darurat), jangka menengah (rehabilitasi), hingga jangka panjang (rekonstruksi). 

Ia menekankan dampak bencana telah menghancurkan sarana dan prasarana pendidikan, memutus akses komunikasi dan distribusi, serta melemahkan kemampuan ekonomi keluarga penyintas untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Beberapa hal ini harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan program maupun kebijakan anggaran pendidikan,” imbuhnya.

Purnamasidi juga mengingatkan bahwa fase rekonstruksi jangka panjang sering terabaikan ketika perhatian publik mulai mereda. Padahal, masa pemulihan jangka panjang merupakan tahap paling penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.

Selain itu, ia mendorong pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan darurat, seperti air bersih dan makanan siap konsumsi yang sesuai untuk masa krisis. Purnamasidi menilai BRIN memiliki kapasitas teknologi untuk mendukung hal ini. 

“BRIN tentu dapat memaksimalkan inovasinya, seperti alat ARSIUM (Air Siap Minum) dan makanan kaya protein serta vitamin,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya