Berita

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Presiden Prabowo Subianto, dan PM Pakistan Shehbaz Sharif (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Terima Anugerah Bintang Tertinggi Nishan-e-Pakistan

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 08:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menerima penghargaan Bintang Tertinggi “Nishan-e-Pakistan” dari Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari.

Upacara penganugerahan yang berlangsung di Ruang Iqbal, Aiwan-e-Sadr, pada Selasa, 9 Desember 2025, dihadiri oleh sejumlah menteri dan anggota parlemen Pakistan, serta para duta besar negara sahabat. 

Menurut laporan Sekretariat Presiden, penghargaan diberikan kepada Presiden RI sebagai bentuk apresiasi atas jasa besar dan kontribusi luar biasa yang telah memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan.


Dalam prosesi tersebut, Presiden Zardari didampingi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyematkan langsung bintang kehormatan tertinggi Nishan-e-Pakistan kepada Presiden Prabowo.

Nishan-e-Pakistan merupakan penghargaan tertinggi dalam Order of Pakistan, yang didirikan pada 19 Maret 1957. 

Penghargaan tersebut diberikan kepada warga Pakistan maupun tokoh asing yang telah memberikan jasa istimewa (services of highest distinction) serta kontribusi penting baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penganugerahan Nishan-e-Pakistan menegaskan pengakuan Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menghargai komitmen Prabowo dalam memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam.

Selain itu, penghargaan juga menjadi simbol penghormatan terhadap hubungan historis Indonesia-Pakistan yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno, sekaligus memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.

Beberapa tokoh dunia yang sebelumnya menerima penghargaan serupa antara lain Raja Abdullah II bin Hussein dari Jordan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya