Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Josefina Vidal (Foto: AP)

Dunia

Kuba Bantah Bahas Masa Depan Venezuela Tanpa Maduro Bareng AS

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 15:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kuba menegaskan tidak pernah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai masa depan Venezuela tanpa Presiden Nicolas Maduro. 

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan media internasional yang menyebut adanya diskusi rahasia antara pejabat Kuba dan AS. 

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Josefina Vidal mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.


“Kuba menolak laporan pers yang mengklaim adanya dugaan kontak antara pejabat Kuba dan Pemerintah Amerika Serikat untuk membahas masalah internal Venezuela sebagai absurd dan salah,” tegasnya, seperti dimuat Associated Press, Selasa, 9 Desember 2025.

Vidal menilai narasi negatif terhadap Kuba sengaja dibangun oleh kelompok tertentu di Washington. 

“Sektor-sektor yang suka berperang di Amerika Serikat sedang melancarkan kampanye kotor untuk menciptakan keretakan antara Kuba dan Venezuela,” kata dia.

Reuters sebelumnya melaporkan, berdasarkan dua sumber anonim, pejabat Kuba dan AS telah berdiskusi mengenai situasi Venezuela. 

Situasi kawasan semakin sensitif setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Karibia dan Pasifik dalam beberapa bulan terakhir. 

Washington menuduh Presiden Maduro mengambil keuntungan dari perdagangan tersebut, sementara Kuba mengecam serangan itu sebagai upaya AS untuk menggulingkan pemerintah Venezuela.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menuding Kuba dan Venezuela sebagai aktor yang mengganggu stabilitas kawasan.

Di sisi lain, pejabat penegak hukum Kuba menyatakan bahwa negara tersebut tetap memprioritaskan perang melawan perdagangan narkoba di Karibia dan terus bekerja sama dengan Penjaga Pantai AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya