Berita

Perdana Menteri Sanae Takaichi (Foto: Reuters)

Dunia

Jepang Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa 7,5 Magnitudo Lukai 30 Warga

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 11:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jepang mencabut seluruh peringatan tsunami pada Selasa, 9 Desember 2025, setelah gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang wilayah timur laut pada Senin malam, 8 Desember 2025. 

Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 30 orang luka-luka dan memaksa sekitar 90 ribu warga mengungsi dari rumah mereka.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan gempa terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat. Mereka juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami hingga 3 meter untuk wilayah Hokkaido, Aomori, dan Iwate. 


Gelombang tsunami setinggi 20 hingga 70 cm terpantau di sejumlah pelabuhan, sebelum akhirnya peringatan diturunkan menjadi imbauan dan dicabut sepenuhnya pada dini hari.

Pusat gempa berada 80 kilometer dari pantai Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer. Di Kota Hachinohe, guncangan tercatat sebagai “upper 6” pada skala intensitas Jepang, tingkat yang membuat orang sulit berdiri bahkan bergerak tanpa merangkak.

“Sejauh ini saya menerima laporan 30 orang terluka dan satu insiden kebakaran,” ujar Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan, seperti dimuat Reuters.

Ia menegaskan pemerintah terus memantau situasi dan mengoordinasikan penanganan darurat dengan pemerintah daerah.

Sejumlah layanan kereta dihentikan sementara, termasuk oleh East Japan Railway. JMA juga mengeluarkan imbauan agar warga tetap waspada karena gempa kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. 

“Ada kemungkinan guncangan yang lebih kuat terjadi selama beberapa hari mendatang,” kata seorang pejabat JMA.

Sementara itu, tidak ditemukan gangguan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak. 

Ribuan rumah sempat mengalami pemadaman listrik segera setelah gempa, namun pasokan sudah pulih pada Selasa pagi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya