Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Menguat Dihadang The Fed; Yen Terjun Bebas Dipicu Gempa Jepang 7,5 SR

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar mata uang global di paar uang New York bergejolak pada penutupan perdagangan Senin, 8 Desember 2025 waktu setempat, yang didominasi oleh dua isu besar: penguatan Dolar AS menjelang keputusan The Fed, dan anjloknya Yen Jepang setelah dilanda gempa.

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, menguat 0,1 persen ke level 99,07. Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar yang sudah hampir pasti The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada penutupan pertemuan hari Rabu pekan ini. 

Namun, investor bersiap menghadapi skenario "Hawkish Cut". Analis memperkirakan pemangkasan suku bunga ini akan disertai oleh pernyataan dan proyeksi The Fed yang mengindikasikan bahwa siklus pelonggaran kebijakan mungkin akan lebih terbatas dari yang diharapkan pasar.


"The Fed bisa merasa nyaman memangkas suku bunga sembari tidak menjanjikan pelonggaran lanjutan," menurut Juan Perez, Direktur Monex USA, dikutip dari Reuters. Sebuah keputusan yang dapat mendukung Dolar AS jika ekspektasi pemangkasan tahun depan direduksi.

Di sisi lain, Yen Jepang (JPY) melemah tajam terhadap Dolar dan Euro setelah gempa bumi berkekuatan 7,5 Skala Richter mengguncang wilayah timur laut Jepang, memicu peringatan tsunami dan instruksi evakuasi.

Dolar AS pun menguat 0,3 persen terhadap Yen, menjadi 155,97 Yen per Dolar AS.

Analis menilai pelemahan Yen ini disebabkan kekhawatiran bahwa jika dampak gempa signifikan, Bank of Japan (BoJ) mungkin menunda rencana kenaikan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan akan diumumkan pekan depan.

Dengan agenda padat bank sentral (The Fed, RBA, BoC, dll.) sepanjang pekan ini, pasar mata uang berada dalam mode wait-and-see, dengan Dolar AS mengambil momentum sementara Yen menjadi korban dari ketidakpastian alam dan ekonomi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya