Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Emas Tertekan Saat Investor Tunggu Sinyal Powell

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange terpantau melemah karena investor menahan diri menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve (The Fed) dan pernyataan Ketua Jerome Powell yang sangat dinantikan.

Pada penutupan perdagangan Senin 8 Desember 2025 waktu setempat, Harga emas spot turun 0,2 persen menjadi 4.189,49 Dolar AS per ons. Sementara, Harga emas berjangka AS, kontrak Februari, melemah 0,6 persem menjadi 4.217,7 Dolar AS per ons

Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant, menyebut pasar sedang menunggu keputusan The Fed dan panduan kebijakan moneter selanjutnya. Meskipun demikian, ia optimis fundamental emas tetap kuat berkat pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Grant bahkan memprediksi target emas menuju 5.000 Dolar AS per ons pada Kuartal I 2026 masih dalam jangkauan.


Pelaku pasar kini hampir 90 persen yakin The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada penutupan pertemuan hari Rabu pekan ini. Penurunan suku bunga cenderung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Prospek kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan Dolar AS, peningkatan pembelian melalui ETF, kelanjutan aksi beli bank sentral, dan permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. 

Sementara kakaknya besarnya melemah, perak menunjukkan kinerja kuat dalam beberapa pekan terakhir, meskipun sempat turun 0,5 persen menjadi 57,98 Dolar AS per ons.  Analis memprediksi perak berpotensi menembus 60 Dolar AS dan bahkan menantang level 70 Dolar AS per ons pada akhir tahun.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya