Berita

Sekelompok prajurit yang menamakan diri Komite Militer untuk Refondasi muncul di televisi nasional dan mengumumkan kudeta (Foto: Reuters)

Dunia

Kudeta Benin Digagalkan, Militer Loyal Usir Pemberontak

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 18:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya penggulingan pemerintah Benin pada Minggu waktu setempat, 7 Desember 2025 berhasil digagalkan oleh tentara nasional. 

Sebelumnya, sekelompok prajurit yang menamakan diri Komite Militer untuk Refondasi muncul di televisi nasional dan mengumumkan pembubaran pemerintah. 

Namun tak lama kemudian, Menteri Dalam Negeri Alassane Seidou memastikan bahwa upaya kudeta itu tidak berhasil. 


“Pada pagi hari Minggu, 7 Desember 2025, sekelompok kecil prajurit melancarkan pemberontakan untuk mendestabilisasi negara dan institusinya. Angkatan Bersenjata Benin tetap setia pada republik," kata Seidou, seperti dikutip dari Associated Press.

Presiden Benin Patrice Talon mengecam aksi kudeta yang sempat memicu suara tembakan sporadis di beberapa bagian Cotonou.

Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan kini sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah dan masyarakat diminta tetap tenang.

"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa situasi sepenuhnya terkendali dan oleh karena itu saya mengundang Anda untuk melanjutkan urusan Anda dengan tenang malam ini," kata Talon. 

Blok regional ECOWAS mengumumkan pengerahan pasukan dari Nigeria, Sierra Leone, Pantai Gading, dan Ghana untuk membantu mempertahankan ketertiban konstitusional. 

ECOWAS sebelumnya mengecam upaya kudeta tersebut sebagai subversi terhadap kehendak rakyat Benin.

Nigeria, yang turut membantu operasi, menyebut Benin dua kali meminta dukungan udara dan darat. 

“Butuh beberapa jam sebelum pasukan loyal pemerintah, dibantu Nigeria, mengambil alih dan memukul mundur para pelaku kudeta dari TV Nasional,” ujar juru bicara pemerintah Nigeria, Bayo Onanuga.

Media lokal melaporkan bahwa 13 prajurit telah ditangkap terkait kejadian tersebut, sementara nasib Letkol Pascal Tigri, pemimpin kelompok kudeta, masih belum diketahui. 

Meski sempat ada patroli bersenjata dan tembakan terdengar di beberapa titik, kondisi Cotonou disebut kembali relatif tenang.

Sinyal TV dan radio publik yang sempat terputus telah dipulihkan. Talon, yang telah berkuasa sejak 2016, dijadwalkan mundur April tahun depan setelah pemilu presiden, dengan mantan Menteri Keuangan Romuald Wadagni sebagai kandidat favorit untuk menggantikannya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya