Berita

Seorang tentara Thailand yang terluka dievakuasi menyusul bentrokan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja (Foto: AFP)

Dunia

Thailand Luncurkan Serangan Udara ke Kamboja

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 16:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Thailand melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasannya dengan Kamboja pada Senin, 8 Desember 2025, setelah baku tembak kembali pecah di wilayah sengketa. 

Situasi ini mengancam rapuhnya kesepakatan damai yang sebelumnya berhasil difasilitasi Amerika Serikat.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan kekerasan, namun militer siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional. 


“Thailand tidak punya pilihan selain bertindak untuk mempertahankan diri setelah melihat serangan berulang dari pasukan Kamboja,” ujar juru bicara Angkatan Darat Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree, seperti dimuat Reuters.

Dalam bentrokan yang semakin intens sejak dini hari, setidaknya satu prajurit Thailand tewas dan delapan lainnya terluka. 

 Winthai menjelaskan bahwa dukungan udara dikerahkan untuk menghantam target-target militer Kamboja setelah adanya mobilisasi senjata berat di seberang perbatasan. 

Angkatan Udara Thailand menyebut Kamboja telah memindahkan unit tempur dan menyiapkan elemen pendukung yang berpotensi meningkatkan eskalasi.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa militer Thailand justru melancarkan serangan saat fajar terhadap dua posisi pasukan mereka, setelah beberapa hari tindakan provokatif. Namun pihak Kamboja mengklaim belum membalas tembakan. 

Mantan pemimpin berpengaruh Hun Sen bahkan mengatakan bahwa militer Thailand bertindak sebagai agresor dan meminta pasukan Kamboja tetap menahan diri. 

“Garis merah untuk merespons sudah ditetapkan,” tulisnya di Facebook.

Warga sipil di kedua negara mulai terdampak. Deputi gubernur Provinsi Oddar Meanchey, Met Measpheakdey, menyebut tiga warga Kamboja mengalami luka serius akibat serangan. 

Thailand mengevakuasi lebih dari 385.000 warga di empat distrik perbatasan, sementara di Kamboja lebih dari 1.100 keluarga juga dipindahkan ke lokasi aman. 

“Ledakannya terdengar jelas, boom boom!” kata Phichet Pholkoet, warga Ban Kruat, Thailand, menggambarkan intensitas tembakan yang ia dengar sejak pagi.

Ketua ASEAN, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mendesak kedua negara menahan diri agar tidak merusak kerja diplomatik yang telah dicapai sejak gencatan senjata Oktober lalu. 

Konflik terbaru ini dipicu rangkaian insiden sejak Mei 2025, termasuk ledakan ranjau pada November yang melukai seorang tentara Thailand dan membuat Bangkok menangguhkan implementasi perjanjian damai. 

Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau baru, namun Phnom Penh membantah keras.

Sengketa perbatasan sepanjang 817 kilometer ini telah berlangsung lebih dari satu abad dan berulang kali memicu bentrokan, termasuk perang singkat lima hari pada Juli 2025 yang menewaskan sedikitnya 48 orang.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya