Berita

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan di acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 5 Desember 2025. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Publika

Pidato Prabowo buat Roy Suryo: Jangan Lihat ke Belakang

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 12:15 WIB

DARI sekian banyak yang menarik dikutip dari pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan HUT Partai Golkar ke-61 kemarin, salah satunya agar kita jangan melihat ke belakang, lihatlah hari ini dan ke depan. Lihat hari ini bagaimana kesulitan rakyat dan bagaimana ke depan.

Kalau melihat ke belakang, pasti kita akan sakit hati, akan teringat terus, kita menjadi tidak tenang. Prabowo mencontohkan dirinya sendiri seandainya terus-terusan melihat ke belakang. Lima kali ikut Pemilu, empat kali kalah. Memang tak ada contoh paling relevan, selain Prabowo.

Kalau soal sakit hati, Prabowo paling layak untuk sakit hati. Dicurangi, dikhianati, dibohongi, pokoknya segala macam yang buruk, sudah pernah dialami Prabowo. Tapi Prabowo memilih memaafkan, melupakan, dan tak melihat lagi ke belakang. Melihat hari ini dan ke depan.


Kalau Prabowo saja memilih memaafkan, melupakan, mestinya yang lain juga mencontoh Prabowo. Tak ada orang yang hatinya sesakit Prabowo, kalau dilihat terus ke belakang. Apalagi dalam situasi saat ini, di mana Prabowo bisa dengan mudah membalas sakit hatinya.

Sontak saja, semua yang hadir mendengarkan pidato Prabowo pada peringatan HUT Partai Golkar ke-61 itu tertawa. Tertawa salut, tapi bisa juga mengejek. Salut karena kegigihan dan jiwa besar, dan mengejek karena Prabowo baru bisa menang, setelah dibantu Jokowi.

Poin pidato Prabowo agar jangan melihat ke belakang, lihatlah hari ini dan ke depan, kalau melihat ke belakang kita akan sakit hati dan tidak tenang, adalah sinyal bagi Roy Suryo cs agar tak lagi meneruskan gugatannya perihal ijazah Jokowi dan mungkin juga ijazah Gibran.

Kasus seputar perijazahan ini sebaiknya ditutup saja. Lembaran lama ditutup, lembaran baru dibuka. Kalau masalah sakit hati, Prabowo yang paling layak bersakit hati, bukan Roy Suryo cs. Dugaan saya, ini termasuk yang ada di belakang dan tak perlu lagi dipersoalkan.

Artinya, Presiden Prabowo sudah memiliki kesimpulan yang pasti terhadap ijazah itu. Tapi beliau agaknya lebih memilih menutupnya ketimbang membukanya. 

Ini juga bisa dilihat dari sinyal institusi-institusi yang cenderung tertutup ketimbang terbuka. Masalah mudah dipersulit.

Tapi kalau benar interpretasi di atas, maka tak adil juga kalau akhirnya Roy Suryo cs yang totalnya delapan orang itu harus meringkuk di penjara seperti dulunya Bambang Tri dan Gus Nur. 

Meski berbulan-bulan berdebat, belum ada hak asasi Roy Suryo cs dicederai. Ini juga sinyal.

Bagaimana Presiden Prabowo lebih memilih memuji Kaesang ketimbang Gibran dalam sambutan HUT Partai Golkar ke-61 itu, mungkin juga sinyal yang bisa dibaca. 

Memang tak semua maksud politik bisa diutarakan lewat kata-kata. Bisa juga lewat simbol-simbol yang tampak oleh publik. 

Tapi entahlah, bagaimana netizen Indonesia menyikapi terkait perijazahan ini, yang cenderung sudah terbelah? Apakah bisa tidak melihat lagi ke belakang, dan hanya melihat hari ini dan ke depan seperti saran Presiden Prabowo? 

Sulit dijawab. Konon, Indonesia termasuk netizen yang terheboh juga didunia. Heboh adalah kita.
Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya